Ainun Sabila Hamdillah Ismail, begitu nama yang kami berikan ketika bayi mungil ini lahir. Dia lahir tepat 2 minggu setelah aku diambil sumpah dokter, yaitu hari Kamis di bulan Desember tahun 1999, pukul setengah satu siang. Aku hamil lala sewaktu masih di tahun kedua menjadi co-asisten di rumah sakit. Cukup banyak stress yang kualami, karena aku sempat jaga di bagian bedah, dan ujian di beberapa bagian lain. Tapi nilaiku hampir mendapat A semua lo. Mungkin mitos bahwa bayi dalam kandungan membawa keberuntungan, benar adanya. Aku ingat, aku sedang hamil 5 bulan sewaktu sedang co-ass dibagian Kesehatan masyarakat. Aku mendapat bagian jaga di Rancaekek. Lalu, aku pulang berdua dengan Bambang lewat jalan tol. Aku yang menyetir mobil, karena Bambang tak bisa menyetir. Ternyata sedang kencang-kencangnya melaju, eh, si mobil glear gleor, tak taunya ban depannya kempes. Untung tak terjadi apa-apa, benar-benar rejeki bayi kan....Lala lahir di rumah sakit bersalin Tedja Bandung. Waktu itu suamiku sudah lumayan punya uang, jadi bisa bayar rumah sakit ini, di kelas I. Karena kelas Ib, jadi kamarnya berdua dengan ibu-ibu yang terkena kista. Waktu itu dokter yang menolongnya adalah dr Anita Deborah Anwar SpOg. Sejak jam 12 malam aku sudah mulai merasa mulas. Sewaktu jam 7 pagi, mulasnya sudah bertambah sering. Aku dan suamiku langsung berangkat ke Tedja. Saat diperiksa ternyata sudah pembukaan 2-3. Tapi sampai jam 9 pagi, pembukaan nya tak maju-maju, tetaaap saja tak berubah. Akhirnya aku di drip 2 labu. Ya Allah mulasnya semakin tak karuan, luar biasa deh gara-gara di drip itu. Untungnya pembukaan terus maju , sampai akhirnya lahirlah si kecil Inun, dulu kan panggilannya Inun :-).
Nama ini sebenarnya didapat jauh-jauh hari sebelum dia lahir. Waktu aku belum hamil kalau tak salah. Waktu itu, dari perjalanan spiritualku,tanggal 8 februari 1999 tepatnya, aku yakin akan hamil dan mendapatkan nama ini. Aku hampir yakin pula bahwa anakku perempuan. Eh ternyata benar. Aku berniat memberi nama Ainun, sebab aku pernah membaca artikel tentang bapak Quraish Shihab, beliau berkata Allah suka dengan nama yang ada huruf nun. Karena itulah anak beliau selalu diberi nama dengan huruf nun (kalau tak salah :-). Jadi Ainun Sabila Hamdillah itu artinya air mata yang suci, bisa diartikan sebagai tanda mata atau anak yang suci yang diberikan oleh Allah kepada kami, agar kami didik sebaik-baiknya supaya bisa menjadi pedang Allah, bisa berjuang di jalan Allah, dan kami bersyukur atas semua rahmat Allah ini.
Lala anak yang manis wajahnya, kulitnya item seperti bunda hehe. Lala lah yang mengajarkan bunda banyak hal, kesabaran, keikhlasan dan semuanya. Dulu, lala sering sekali sakit, bahkan pernah dirawat di RS Advent selama 10 hari. Mata bunda sampai bengkak-bengkak menangisi lala. Lalu, lala juga pernah hampir saja tertabrak mobil sewaktu kami sedang berlibur ke Bali. Bayangkan, Lala tiba-tiba hendak menyebrang sendiri!. Wuah semua kejadian-kejadian itu bikin bunda tambah sayaaang sama lala.
Lala anaknya lebih diam dibanding malik, agak-agak cuek barangkali ya. Kalau tak ditanya ya Lala tak kan bercerita. Kecuali kalau dia sedang bersemangat cerita tentang kesenangannnya, baru deh banyak cerita. Kata psikolog, lala mungkin tipe anak yang lebih banyak belajar dengan visual dan lebih dominan otak kanan. Jadinya, terkesan lambat tiap mengerjakan sesuatu. Motorik kasarnya juga memang terlambat dibanding anak seusianya. Tapi kelebihan Lala juga banyak, kognitif nya bagus, gambarnya juga bagus. Usia 4 tahun lala sudah bisa membaca dan menulis walaupun masih jelek. Lala ini 'crazy' dengan princess. Mungkin gara-gara bunda juga sih ya, mau saja membelikannya hehe. Sebab bunda balas dendam juga barangkali, dulu waktu kecil kan bunda tak pernah punya koleksi boneka atau mainan. Jadi sekarang, lala seperti itu ya, bunda malah mendukung. Tapi bunda tetep tahu batas koq. Lala tetap disuruh untuk menunda keinginan. Jadi, lala harus menabung untuk mendapatkan boneka princess atau barang-barang princess yang harganya mahal.
Sampai sekarang lala kalau tidur maunya masih dipeluk sama bunda. Biasanya Lala pasti langsung protes kalau bunda sedang marah lalu bilang mau pergi. Lala juga yang mengingatkan kalau bunda sedang marah. Dia selalu bilang, "Bunda, orang baik, ngomongnya harus baik, nggak boleh marah-marah." Lala memang kadang mengeselkan kalau sedang marah, ngomelnya itu lo, panjaaaang sekali. Segala hal dari A sampai Z dia tumpahkan sampai membikin panas telinga. Untung sekarang sudah bisa diajak dialog, dan tak terlalu sering marah lagi. Lalu, lala suka menggambar dengan disertai tulisan, isinya bilang, lala sayang ayah dan bunda. Memang sih sepertinya lala lebih dekat dengan ayah, sebab lebih banyak hasil karya yang buat ayah tuh, he he jealous bunda. Tapi, pokoknya sekarang lala sudah jadi anak yang manis dan pintar deh. Bunda sayaaaaaaang sekali pada lala. Nanti kalau lala sudah mulai besar, pasti bisa jadi teman bunda ngerumpi dan belanja hi hi...


















