Perempuan dan Infeksi Saluran Kencing

Posted in Diary Kesehatan by Agnes Tri Harja... on Fri, 2006-03-17 17:09

Perempuan memang rawan terkena cystitis (infeksi saluran kencing). Menurut penelitian, 1-3 wanita dari 10 wanita, setiap tahunnya mengalami cystitis. Bahkan, 1 dari 20 wanita, any time, mengalami cystitis tanpa gejala. Hanya 10 % saja yang gejalanya muncul. Ada juga perempuan yang sering sekali mengalami cystitis, biasanya disebut recurrent cystitis. Kenapa ya? Karena saluran uretra yang menghubungkan lubang kencing (uretra) dan kandung kencing milik perempuan lebih pendek dibandingkan laki-laki.

Alhasil, aku pun beberapa kali terkena penyakit yang satu ini. Pertama, dulu sekali aku sempat terkena honeymoon cystitis. Namanya saja honeymoon, apalagi kalau bukan cystitis yang kerap dialami pengantin baru. Kedua, waktu aku masih jadi s co-asisten di RSHS. Ketiga waktu aku sudah kerja di klinik. Nah, sekarang aku terkena lagi nih, berarti ini yang ke-empat kalinya. Hmm...apa karena aku jorok, kurang bersih-bersih? Oh, tidak lah yaw, masa sih aku jorok hehe. Dan ternyata poor hygiene tidak terbukti sebagai penyebab cystitis lho. Malah sebaliknya, terlalu sering bersih-bersih lah yang kerap menjadi penyebab. Koq bisa? Ya, karena dengan sering bersih-bersih memakai sabun pembersih malah bisa merubah keseimbangan flora normal di daerah genital. Selain itu, gosokan-gosokan yang terjadi saat bersih-bersih malah bisa menyebabkan kerusakan kulit di daerah genital. Akibatnya, apalagi kalau bukan si bakteri malah mudah berkembang biak.

Jadi bagaimana, apa perempuan tidak boleh membersihkan daerah genitalnya? Ya bukan begitu juga dong ya. Bersih-bersih dengan sabun cukup dilakukan sehari sekali, dan sebaiknya bukan sabun antiseptik. Lalu arah cebok juga penting, harus dari arah depan ke belakang.

Apa keluhan yang kualami? Sering kencing, kencing tak lampias atau istilah bahasa Jawanya anyang-anyangen, dan juga nyeri di perut kiri bawah. Kalau yang kedua dulu malah aku mengalami nyeri saat kencing dan ada darah dalam urine. Saat datang ke huisart, asisten dokter disana langsung menyuruhku untuk periksa urine. Dan ternyata betul, ditemukan leukosit dan darah dalam urineku. Dokter pun meresepkan Thrimetoprim sulfat 300 mg untukku. Aku harus meminumnya sebelum tidur selama 10 hari.

Perlahan tapi pasti keluhanku berkurang, dan tentu saja antibiotik itu aku habiskan. Disini kalau membeli obat selalu disertai kertas petunjuk yang berisi penjelasan lengkap, tidak hanya sekedar leaflet obat.

Tapi ternyata setelah obatku habis, keluhanku datang lagi. Aku masih bolak-balik ke toilet, tak lampias kalau kencing. Dan baru saja aku kembali dari dokter. Apa yang dilakukan dokter? Aku disuruh melakukan pemeriksaan urine kultur. Asiknya, aku tak perlu ke laboratorium, bisa diwakilkan sama suamiku hehe. Aku cuma dibekali botol untuk mengisi urineku, surat pengantar dan amplop. Nanti suamiku tinggal memasukkan amplop itu ke kotak seperti kotak pos di laboratorium. Dan hasilnya keluar dalam 3 hari, dikirimkan ke dokter keluargaku.

Selama menunggu hasil, aku diberi obat Nitrofurantoine MC 50 mg. Dosisnya 4 kali sehari selama 3 hari. Moga-moga setelah hasil kultur keluar, dan diberi obat yang kedua ini, aku bisa sembuh total deh. Soalnya sungguh tak nyaman kan kalau harus bolak-balik ke WC.

Tadi aku sempat tanya ke dokter,"Jangan-jangan ada batu dok, koq perut bawah ku sakit sih?" Tapi si dokter jawab, kalau di negara tropis seperti di Indonesia kasus batu ginjal memang banyak karena cuaca panas, cairan banyak keluar, tapi orang jarang minum. Kalau disini kan dingin, jadi kasusnya jarang. Lho, jadi nggak papa nih aku jarang minum? Ya tidak bisa begitu dong, tetap saja aku harus minum 1,5 liter sampai 2 liter sehari. Itu cukup. Kalau di Irak kata huisartku, disana orang butuh 3 liter sehari. Tapi menurut penelitian terbaru kebutuhan cairan sekarang dilihat dari kebutuhan kalori, pokoknya ada rumusnya. Bagaimana tepatnya? Wah aku belum ada waktu ngulik-ngulik masalah ini. Yang jelas, jangan lupa untuk banyak minum deh!

*)Iin said,

Wed, 2006-03-22 14:35

lho agnes sakit yaa..smoga cepat baik ya dear agnes...amin

Theresia said,

Mon, 2007-10-08 17:49

Agnes, pengen banget nanya kamu nih. Dulu yg kamu pernah posting tentang topic Perempuan dan Infeksi Saluran Kencing, kan kamu bilang kalo selain beser, perut kiri bawah kamu juga sakit ato nyeri. Aku mengalami hal yang sama dengan kamu

Apa kata dokter waktu itu, apa nama gangguan/penyakitnya? Please ya nes, tolong balas comment aku, penasaran banget nih. Thanks before.

Agnes Tri Harja... said,

Mon, 2007-10-22 20:24

Hai mba theresia, maaf bgt ya baru dibales. Ternyata ada ada myoma di rahim ku mba, kaya tumor jinak gitu, tp ga bahaya, cuma ganggu aja krn aga besar dan menekan kandung kencing makanya sering pipis. So mendingan cari second opinion ke dokter kandungan aja mba klo masih ada keluhan. Smoga sukses yaa :-)

agnes

Anna Manyakori said,

Mon, 2007-11-12 01:38

Infeksi saluran kencing perlu disosialisasikan kepada kaum perempuan karena banyak kaum perempuan belum mengetahui tentang hal tersebut.
Thank's

Agnes said,

Sun, 2007-11-18 18:55

Tx masukannya. Saya ingin banget buat artikel ttg ini buat koran, mudah2an suatu hari bisa, sebab sekarang suka ga sempet aja, writing blues berkepanjangan nih hehe. Mudah2an klo dah ada luang saya bisa menuliskannya shg topik ini bisa diketahui oleh lebih banyak perempuan.

adisti alodia said,

Mon, 2008-02-18 03:49

aku juga di ktkan oleh dokter kena sakit itu, dan aku pikir apakah kebanyakan olah raga senam,ataukah kurang bersih daearah V sehingga aku juga bingung, namun kini setelah banyak baca ttg kesehatan di internet aku kini mengerti.
TRIMS YA PADA SEMUA PENULIS TTG KESEHATAN TERUTAMA KESEHATAN UNTUK PARA WANITA

Agnes Tri Harja... said,

Sun, 2008-06-22 17:29

sama-sama adisti :-)

sari said,

Sun, 2008-06-22 15:47

Wah,,mba Agnes,,,postingnya bagus sekali,,,
Sharing pengalaman pribadi ternyata jg bs sangat membantu,, saya jadi tau lebih banyak mengenai infeksi saluran kencing.

Saya sendiri mengalami hal yang sama,,namun sebelumnya saya tidak pernah menganggap gejala2 yang saya alami sebagai suatu penyakit. Saya memang mendengar istilah anyang-anyangen,,namun tidak terpikir bahwa itu merupakan penyakit yang serius.

Saat ini cystitis saya kembali terjadi, dan terasa lebih nyeri dari sebelumnya, sungguh menyiksa..saya sampai menggunakan pembalut untuk berjaga-jaga karena sering kali saya tidak dapat menahan air seni saya yang kalaupun keluar seperti terasa nanggung alias tidak tuntas disertai nyeri yang tertahan di daerah atas vagina. tapi saya belum berani ke dokter, bagaimana yha? ketakutan saya mungkin justru kalau ternyata penyakitnya bukan penyakit cystitis biasa.

Sementara saya baru browsing lebih banyak info, paling tidak saya akan berusaha menjalani saran untuk minum air putih lebih banyak, dan ada juga yang mengatakan untuk mengkonsumsi buah cranberry .

sampai bertemu di komen berikutnya,
salam,

Agnes Tri Harja... said,

Sun, 2008-06-22 17:32

Mba..baeknya diperiksain ke dokter sampe tuntas. Aku tuh sampe di konsul ke ahli ginjal, terus akhirnya di konsul ke obgyn, ternyata penyebab aku sering kencing terus karena ada benjolan di rahim yang menekan kandung kencing, untungnya jinak, jadi ga terlalu masalah. Yang jelas alhamdulillah ketauan penyebabnya. Ayo mba dituntaskan pemeriksaannya, dp tau-tau ada sesuatu yang ga ketauan dan parah kalo dibiarin.

met ke dokter yaa :-)

putri said,

Tue, 2008-08-12 05:08

aduh..sungguh informasi yang sangat bagus sekali.
sampai-sampai saya jadi bingung, harus memanggil mba, ibu, atau bunda agnes nih?
hehee..

saya mahasiswi di bandung, bu, 21 thn. besar di jakarta.
sampai saat ini saya masih ngompol, bu.
ini benar-benar sangat mengganggu kehidupan saya sehari-hari.
baik itu di rumah, maupun di kosan. ini membuat saya tertekan, karena secara tidak langsung ada sebuah jarak yang saya ciptakan dengan teman2 saya di kos, untuk tidak mengunjungi kamar saya tentunya.
tidak hanya malam hari saja, terkadang di siang hari pun kalau saya tidur saya masih suka ngompol.
ketika beraktivitas, saya juga sering pergi ke toilet..
separah-parahnya, saya pernah ke toilet dalam hitungan 15 menit sekali, dan itu berlangsung kira-kira hampir 4 jam.
kadang saya normal buang air kecilnya, yang paling sering, rata-rata kunjungan saya ke toilet adalah sekitar 2 jam sekali.
apa yang sebenarnya terjadi pada diri saya bu?
kebetulan saya juga mengidap penyakit hipertiroid.

terima kasih banyak atas perhatian ibu.
terima kasih
=)

Post new comment



The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

*

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
Verify comment authorship
Captcha Image: you will need to recognize the text in it.
*
Please type in the letters/numbers that are shown in the image above.