Diary Parenting

Haaahh? Bugil demi Milieu?!

Posted in Diary Parenting by Agnes Tri Harja... on Sat, 2008-06-07 21:39

Tadi aku kebeneran nonton jeugdjournal sama anak-anak. Biasanya mereka nonton sendiri terus lapor ke aku. Dari setiap hari nonton jeugdjurnal itu mereka jadi update berita banget. Kalo ayah mau cerita sesuatu, tau-tau Aik bilang,"weet Ik." (aku dah tauu). walah gaya banget pokoknya. Memang acara jeugdjournal tuh bagus banget menurut bunda. Jadi kaya berita 15 menit gitu tapi buat anak-anak dan remaja. Jadi yang diwawancara juga anak-anak.

Naa tadi tuh aku shock banget, ada berita judulnya 'bloot' alias bugil. Penasaran berita apaan tuh. Eeh ga taunya hari ini di denhaag ada sekumpulan orang berbugil ria demi milieu (lingkungan) katanya! Gilee ampe jijay ngeliatnya. Jadi mereka berendeng-rendeng naik sepeda keliling kota sambil bugil. Asli bugil! DIliatin tuh sama kamerawannya gambarnya ga pake sensor. Mau disensor gimana wong sekumpulan orang laki perempuan lagi naek sepeda, ada yang dorong sepeda berendeng-rendeng gitu. Asli aja itu mah si kelamin laki-laki dan payudara perempuannya bergelantungan kemana-mana. Hiaks amit-amit deh ngeliatnya. Ada perempuan yang pake celana dalem doang, tapi kalo laki-laki sih hampir semua ga pake apa-apa. Ada juga diliatin perempuan lagi naek sepeda, sambil bonceng anaknya di depan, dan si ibu asli telanjang bulat! Kalo anaknya sih lucu menggemaskan biar bugil juga wong masih balita, na ini emaknya.. yiaks, mending kalo seksi mah wong ibu-ibu gendut.

add new comment | read more | 406 reads

Malik Still Stand, Robot

Posted in Diary Parenting by Agnes Tri Harja... on Wed, 2008-04-30 20:49

Sudah sejak lama Malik punya rencana untuk jadi still stand robot. "Robotnya terbuat
dari apa Ik?"
"Dari dos Bun, kaya yang di buku ensiklopedi itu," jawab Aik. Aku sih sudah hapal dengan karakter Malik yang determinasinya cukup kuat. Kalau sudah punya pilihan A, ya biasanya tetep A.

Bener aja. Hari H tiba, Malik menunjukkan buku yang di dalamnya ada cara bikin kostum robot ke ayah. Ayah yang sudah menyiapkan beberapa dos dari supermarket langsung membantu Aik membuat kostum robot. Setelah potong sana, potong sini, kasih benang untuk lengan dan kaki lalu mengecatnya, taraaa..jadilah si kostum robot. "Kepalanya tinggal pake wadah nasi aja," kata ayah. Siip...

add new comment | read more | 117 reads

Lala Still Stand Pizza Berzorger

Posted in Diary Parenting by Agnes Tri Harja... on Wed, 2008-04-30 20:47

Pernah baca bukunya Andrea Hirata yang berjudul 'Edensor' kan? Naa disana diceritakan bagaimana si Ikal berkeliling Eropa hanya bermodal jadi Still Stand. Still stand ini termasuk performance jalanan, yang kalau tidak salah, ada jurusan sekolahnya juga di Amsterdam.

Kalau Ikal bermodalkan baju ikan heboh dan mewah buatan teman Belandanya, lain lagi dengan Lala. Jauh-jauh hari aku dan suamiku sudah bertanya pada Lala, mau tampil jadi apakah Lala nanti saat koningen dag. Dan jauh-jauh hari pula Lala menjawab mau jadi Flaminggo!

Kebetulan, Lala punya baju warna pink dan stocking pink. Katanya Lala akan memakai baju itu nanti."Tinggal nambahin sayap Bun," kata Lala.

"Merubah Cara BerKomunikasi dengan Anak Yuk!"

Posted in Diary Parenting by Agnes Tri Harja... on Tue, 2007-12-04 21:18

Ini Laporan pandangan mata acara training parenting dengan ibu Rustika Thamrim Psi. di Amsterdam lalu, yang kubuat untuk weblog Salamaa :
http://salamaa.blogspot.com/

Isinya, ga jauh beda sama postingan aku sebelumnya, yaa saling melengkapi deh...kalo ini versi aga-aga serious...namanya juga laporan :-).

“Udah diem! Jangan nakal dong! Jangan nangis terus! Dimarahin pak polisi lho nanti! Sudahlah, kalo sekali ini aja kamu nggak bisa, ya pasti kamu nggak akan pernah bisa. Makanya nurut ya sama Mama, berapa kali Mama bilang jangan naik-naik pohon! Sekarang tahu rasa deh! Masa pake sepatu sendiri aja nggak bisa? Bisanya apa dong Dek? Lihat tuh si Adek aja udah selesai makannya. Kamu udah tujuh tahun makan nggak selesai-selesai! Mama bilang, bereskan kamarnya sekarang! Disuntik nggak sakit koq, kaya digigit semut aja. Udah biarin aja, nggak usah dipikirin, nanti juga hilang. Masa gitu aja nangis, katanya udah besar!”

6 comments | read more | 957 reads

'Batre' itu Perlu

Posted in Diary Parenting by Agnes Tri Harja... on Tue, 2007-11-27 09:30

"Bunda sekarang udah ngga suka marah lagi," kata Lala pagi tadi. Ayah langsung nyolek-nyolek bunda sambil kedip-kedip mata dan bilang,"Tuh liat, anakmu tuh," goda ayah. Bunda langsung mesam-mesem deh.

Wuah ternyata...sebagai ibu, kita memang selalu butuh 'batre' baru dan butuh suasana baru untuk mengingatkan lagi dan lagi agar kembali ke jalur yang benar dalam urusan parenting. Jatuh bangun dalam pengasuhan rasanya nggak jauh beda sama naik turunnnya iman. Jadi, 'batre' itu sangat-sangat membantu untuk kembali bangkit.

Karena 'roda' dalam rumahku bulan belakangan ini kembali berputar kencang, aku terbawa arusnya. Bekerja sebagai cleaning service di rumah sakit, walaupun hanya 2,5 jam saja sehari, cukup menguras tenagaku. Walaupun sekarang aku mulai terbiasa, dan malah menganggapnya sebagai suatu kegiatan olahraga, tapi awalnya aku sering sekali pulang dalam keadaan capek. Capek artinya gampang naik darah. Ditambah lagi, sejak beberapa minggu lalu, aku pun kerja pagi di thuiszorg. Kerjaku membersihkan rumah orang-orang tua yang sudah tidak berdaya, sakit karena tua dan tak bisa lagi membersihkan rumahnya. Aku kerja pagi saat anak-anak sekolah, walaupun tidak setiap hari, tapi rupanya fisik aku belum terbiasa. Karena itu lah segala teori parenting gampang sekali lenyap dari kepala. Yang ada, pulang kerumah aku lebih banyak diam dan gampang tersulut.

1 comment | read more | 383 reads

Perpustakaan Impian

Posted in Diary Parenting by Agnes Tri Harja... on Thu, 2007-10-04 09:24

Di ruangan seluas sekira 15 x 20 meter itu, tiba-tiba saja melintas keinginan kuat dalam hatiku. Suatu hari nanti, aku ingin membuat yang seperti ini. Ruangan luas dengan karpet terhampar, penuh deretan buku dalam jejeran lemarinya. Ah, andai di rumahku nanti, ada ruangan seperti ini. Tak perlu seluas 300 meter persegi. Tapi hamparan karpet yang nyaman, dengan boneka-boneka lucu, bantal guling empuk warna-warni, meja dan kursi kecil-kecil berbentuk binatang, dengan tebaran buku seluas mata memandang. Ah, tentu anak-anak akan senang. Bukan cuma anak-anakku, tapi anak-anak di sekitar rumahku dan anak-anak di daerahku barangkali. Mana tahu ruangan itu bisa membuat mereka menjadi pencinta buku.

11 comments | read more | 516 reads

XML feed