Tulisan di Koran

Kiat Atasi Panik Saat Anak Sakit

Posted in Tulisan di Koran by Agnes Tri Harja... on Sat, 2006-07-15 19:42

Pikiran Rakyat, 16 Juli 2006

Jangan lupa, kapan pun anak mengalami kondisi gawat darurat, ia harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit. Tanda-tanda gawat darurat pada anak di antaranya rewel atau menangis terus menerus tidak dapat ditenangkan, kesadaran menurun, tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan, kejang atau kaku kuduk leher, sakit kepala hebat yang menetap, gangguan napas yang menyebabkan bibir dan wajah membiru, muntah dan diare terus-menerus, muntah menyemprot, dehidrasi, kejang berulang atau lama, demam tinggi pada bayi kurang dari 6 bulan.

14 comments | read more | 3711 reads

Jangan Rusak Perkembangan Anak

Posted in Tulisan di Koran by Agnes Tri Harja... on Sun, 2005-12-18 14:32

Pikiran Rakyat, 18 Desember 2005

Klik di sini

TUGAS orang tua sebetulnya bukanlah mempercepat tumbuh kembang anak, tetapi membantu tumbuh kembang anak.

"INGIN mencetak anak cerdas, kreatif, dan genius? Temukan caranya di sini! Kembangkan bakat kecerdasan anak Anda sejak dini melalui konsep multiple inteligence! Flash card, cara ampuh untuk mengajari anak Anda membaca sejak dini!" Demikian bunyi pesan-pesan sponsor di media yang kerap terdengar. Derasnya informasi seperti ini umumnya memiliki niatan serupa: menjanjikan percepatan tumbuh kembang untuk menjadikan seorang anak menjadi anak berbakat, genius, atau cerdas.

11 comments | read more | 4527 reads

Belajar Puasa tanpa Terpaksa

Posted in Tulisan di Koran by Agnes Tri Harja... on Sun, 2005-09-25 22:18

Pikiran Rakyat, 25 September 2005

Klik di sini

"Tapi Bu, aku betul-betul nggak mau makan. Aku anak laki-laki dan sudah besar, aku bisa puasa bu," kata Thabit pada ibunya. "Kamu juga puasa, Thabit. Anak umur 7 tahun berpuasa dengan sahur di pagi hari, sedikit makan di siang hari, kemudian mereka tidak makan apa pun sampai tiba waktunya berbuka," kata ibunya lagi. "Tapi Ibu kok tidak berpuasa seperti aku ?" anak lelaki kecil itu memaksa. "Ibu sudah dewasa Thabit, Ibu berpuasa dengan cara orang dewasa.

7 comments | read more | 1499 reads

Deteksi Dini dan Penanganan Anak Berbakat

Posted in Tulisan di Koran by Agnes Tri Harja... on Sun, 2005-07-10 00:14

Pikiran Rakyat, 10 Juli 2005
Klik di sini

Ini Versi aslinya, di PR banyak yang di edit tampaknya karena terlalu panjang.

Setiap anak adalah unik. Namun, apakah setiap anak pada dasarnya cerdas, jenius atau berbakat seperti yang sering digembar gemborkan belakangan ini? Apa Sebetulnya yang dimaksud dengan anak berbakat? Bagaimana ciri-cirinya, dan bagaimana pula mendeteksi serta menanganinya? Dalam Seminar Online We R Mommies Indonesia yang ke-3 pertengahan Juni lalu, permasalahan anak berbakat ini dikupas secara mendalam. Selama 6 hari, peserta menyimak uraian dari nara sumber, melakukan tanya jawab, dan saling berdiskusi diantara sesama peserta secara online dari komputer masing-masing. Tiga orang nara sumber yang terdiri dari ibu Ike R. Sugianto Psi., dr. Waldi Nurhamzah SpA., dan juga ibu Dr.drg. Julia VanTiel, Ms, mendapatkan �banjir� pertanyaan dari para peserta.

4 comments | read more | 4349 reads

Batuk Pilek tak Perlu Antibiotik

Posted in Tulisan di Koran by Agnes Tri Harja... on Mon, 2005-06-13 03:27

Pikiran Rakyat, Minggu, 12 Juni 2005

Klik di sini

"Apa memang penyakit batuk-pilek anak saya memerlukan antibiotik, dok?" Seorang pasien yang kritis mencoba bertanya pada dokter yang ia kunjungi. Dengan entengnya sang dokter menjawab "Lho, yang dokter itu siapa, kamu atau saya? Sudah, tak usah banyak tanya deh, yang penting anakmu sembuh kan?"

Bila mengalami kejadian seperti itu, pasien yang tidak paham kadang malah 'memaksa' dokter untuk memberikan antibiotik. "Kenapa anak saya tak diberi antibiotik, dok? Nanti kalau nggak sembuh-sembuh bagaimana?" Akhirnya, lantaran khawatir 'ditinggal' pasien-pasiennya, sang dokter pun meresepkan antibiotik yang sebenarnya tidak perlu.

13 comments | read more | 2760 reads

Sudah Besar Koq Masih Ngompol!

Posted in Tulisan di Koran by Agnes Tri Harja... on Sat, 2005-03-12 23:50

Pikiran Rakyat, Minggu, 12 Maret 2005

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0305/13/hikmah/lain04.htm

"IH, sudah besar kok masih ngompol!" Begitu ucapan yang sering terdengar untuk mengolok-ngolok anak besar yang masih suka ngompol. Orang tua kerap bingung menghadapi permasalahan ini. Akhirnya membiarkan saja keluhan tersebut. Sebagian besar kasus, ngompol pada anak dapat sembuh dengan sendirinya ketika usia anak mencapai 10 - 15 tahun. Hanya sekira 1 dari 100 anak yang masih tetap ngompol setelah usia 15 tahun. Bila diabaikan, hal ini akan berpengaruh bagi anak. Biasanya, anak menjadi tak percaya diri, rendah diri, malu, dan hubungan sosial dengan teman-temannya pun terganggu.

13 comments | read more | 2499 reads

XML feed