My 2nd and 3rd Books

Read More: Books and Writing


Ritual Tidur

Read More: Diary Parenting, Lala dan Malik

Ritual tidur sangat penting diciptakan karena manfaatnya banyak, diantaranya supaya anak tidur dengan tenang, nyaman dan saat itu juga merupakan saat yang pas untuk menanamkan nilai-nilai moral ke anak, begitu kata para ahli psikologi. Jadi, waktu anak-anakku kecil, aku juga ciptakan ritual tidur seperti ini: ganti baju tidur, gosok gigi, baca buku atau didongengin, say thanks to Allah, baca doa mau tidur, dikelonin, matiin lampu, terus bobo deh. Nah tapi sejak mereka beranjak besar dan bisa baca buku sendiri, ritual berganti dikit, setelah gosok gigi ditambah wudhu terus sholat (tergantung musim), baca buku masing-masing atau ngobrol-ngobrol tentang hari ini, say thanks to Allah, baca doa, terus bobo. Kalo Aik masih dikelonin, sedangkan kakaknya udah ga mau, jadi bagian say thanks to Allah kadang-kadang aja, setalah sholat biasanya mba Lala langsung minta cium terus bobo sendiri di kamarnya.

Keep reading…


Duapuluh tiga tahun, Kawan

Read More: Diary Parenting

Duapuluh tiga tahun Kawan, bukan waktu yang sebentar. Dua puluh tiga tahun aku dibesarkan dalam suasana yang hampir selalu negative. Hampir setiap hari, dalam rumahku selalu terdengar kata-kata menyalahkan, meremehkan, mengungkit-ungkit masa lalu, menyindir, mengancam, mencap, dan lain sebagainya.”Heh matanya ditaro dimana sih. Tuh kan papa bilang juga apa, makanya dengerin kalo orangtua ngomong. Udah, tinggalin aja deh, dari tadi udah disuruh cepet, salah sendiri ga didengerin, tinggal aja tinggal! Alah paling kamu ga bisa, emang kamu bisa? Kamu tuh dari dulu ya wes kaya gitu itu, ndablek!”

Keep reading…


Badai itu datang lagi. Entah mengapa, datangnya selalu menjelang musim semi, menjelang umurku bertambah satu lagi. Dan sang badai tentu saja, selalu memporak porandakan hati. Harus seperti itu supaya bisa naik kelas lebih tinggi, kata pak Kyai. Badai, angin putting beliungnya menderu-deru di hati. Gelungan ombaknya menggoyah-goyahkan ketetapan hati. Tampang dilipat-lipat, mulut terkunci lekat. Tak hendak beranjak, maunya hanya bergelung selimut menutup tubuh rapat-rapat. Kalau bisa rasanya esok hari dunia ini tak perlu ada lagi.

Keep reading…


Baru tahun ini kanal di Amsterdam membeku selama hampir semingguan. Winter kali ini memang aneh. Salju baru datang awal February itu pun hanya satu hari yang tebel banget, tapi si salju bertahan lama, begitu juga dengan si dingin. Suhu berkisar antara -3 sampai -15 juga pernah, mungkin karena efek suhu dingin ekstrim di Eropa Timur.
Jadi aku ga menyia-nyiakan kesempatan langka ini, mana tahu ini winter terakhirku di Belanda, maka di Sabtu yang cerah dan dingin, aku pun segera berangkat ke kanal Keizergrach di Amsterdam. Sebetulnya hampir semua kanal beku, tapi yang lain dipecah-pecahkan oleh pemerintah, hanya kanal di Keizergrach ini yang dibiarkan membeku. Berhubung hari Sabtu, orang rame banget di kanal itu. Ada yang Cuma jalan-jalan dan foto-foto kaya kami, ada yang main skating juga. Sebetulnya kami sudah bawa sepatuice skating tapi berhubung dinginnya minta ampun dan aku juga ga bisa-bisa amat, hanya Lala yang turun.

Keep reading…