READ MORE >> Sharing Teman, Tentang Belanda
Profesor John Neorbone –profesor yang membimbing Doctoral programnya ayah–mengundang kami untuk dinner for christmas. Sebetulnya undangan sudah diberikan sejak beberapa minggu yang lalu. Wah kami sangat tidak enak kalau sampai tidak datang, jadi ayah menyanggupi datang. Tapi dengan tidak mengurangi rasa hormat, ayah meminta supaya profesor menyediakan menu vegetarian food. Ya, itulah salah satu tips menerima undangan selama kami tinggal di negeri orang ini. Terbukti, makanan yang kami makan sejauh ini rasanya aman-aman saja, karena kami menghindari memakan daging di tempat undangan. Ternyata, dinner bersama ini menjadi pengalaman yang berkesan juga. Apalagi mereka baiiik sekali, sehingga kami merasa sangat nyaman berada disana.
Kami datang sedikit terlambat, karena ayah berjanji untuk membawakan Indonesian food. Jadi sepanjang siang hingga menjelang berangkat tadi, bunda dan ayah sibuk memasak siomay serta baso tahu dahulu. Tapi, tak masalah koq, teman ayah yang bernama Fransisco juga baru datang ketika kami datang. Secara tak sengaja kami dijemput oleh profesor, karena beliau khawatir kami kesasar. Sewaktu kami datang sekira pukul 15.30, kami disambut oleh istri profesor yang bernama Ellen. Ellen sangat ramah dan begitu welcome menyambut kami. Kedua anak lelaki mereka juga hadir diantara kami. Selain itu ada 2 orang mahasiswa berkulit gelap asal Uganda yang sudah terlebih dulu hadir.
Sebelum acara utama, kami berkumpul di sofa dan bercakap-cakap ngalor ngidul. Sepertinya mereka betul-betul sudah menyiapkan kedatangan kami sekeluarga. Malik dan Lala langsung disodori banyak mainan bekas anaknya yang kini sudah beranjak dewasa. Tempat khusus untuk mereka pun sudah disediakan. Selama ayah asyik mengobrol dengan profesor dan teman-temannya, bunda berusaha untuk menemani Ellen. Kami bercakap-cakap tentang banyak hal, salah satunya tentang membuat resep kentang. Rasanya cukup enak. Ternyata membuatnya juga sangat mudah.
“You just boil the potatos about 45 minutes. Before that, you have tou clean the potato’s skin. After that, just cutting them and put them in the teflon with a little bit botter. Don’t forget to put belegen kaas above. That’s all, very easy and simple.” Ellen menjelaskan cara membuat kentang itu dengan antusias.
“O ya , very easy, but it’s delicious. Oke thanks for the reciepe Ellen, I will try at home.”
Nah, lumayan kan, tambah lagi koleksi resep kepunyaan bunda. Setelah itu bunda membantu Ellen menyiapkan piring dan gelas minuman di meja makan.
Acara makan malam pun segera dimulai. Makanan pembuka adalah soup. Rasanya yaa lumayan lah, tapi… porsinya besar sekali, bunda tak kuat menghabiskannya. Untung Malik yang belum sembuh dari sakit memanggil-manggil bunda untuk duduk di sofa. Jadi bunda mempunyai alasan untuk tidak menghabiskan soup itu.
Akhirnya, selama makan, bunda tidak ikut duduk di meja makan karena harus menunggui Malik yang rewel. Ellen langsung mengambilkan beberapa buku karya dr Seus dan sebuah video. Anak-anak suka sekali dibacakan buku dr Seus itu, sampai-sampai mereka meminta dibacakan berulang kali. Alhamdulillah juga, jadi mereka sama sekali tidak mengganggu acara makan malam. Lala sempat mengganggu sedikit tadi, karena dia bersikukuh ingin duduk bersama di meja makan. Tapi karena menunya tak cocok dengan mulutnya barangkali, akhirnya dia meninggalkan meja itu dan ikut asyik mendengarkan bunda membacakan buku.
Tak lama kemudian, setelah anak-anak bosan dibacakan buku, Ellen memberikan kado untuk Malik dan Lala. Wah tentu saja mereka sangat senang, dengan antusias mereka langsung ingin membuka kado. Lala pintar sekali tadi, berani bicara dan meminta segala sesuatunya sendiri, memakai bahasa Belanda lho. Begini katanya “Dank u well tante, mag ik open het kadotje?”
“Oh ya, natuurlijk” begitu jawaban Ellen sambil tersenyum lucu.
Ternyata, isinya mainan telpon untuk Malik, dan mainan peralatan tukang untuk Lala. Semuanya terbuat dari kayu, bagus sekali. O ya, bungkusan kadonya dihiasi dua buah telur coklat yang diikat dengan tali kuning. Di dalamnya juga ada coklat patung sinterklas besar. Karena Malik sedang sakit, dia hanya membuka bungkusan coklat-coklat itu, tapi tak mau memakannya. Akhirnya, bunda masukkan semua coklat itu kedalam tas.
Setelah menu utama, Ellen mengeluarkan makanan penutup berupa kue-kue kering, buah, serta minuman kopi, teh dan wyne. Tentu saja bunda memilih teh. Lucunya, ada kue seperti semprong yang sangat disukai Lala. Kue itu diletakkan diatas piring, lalu disemprot dengan slagroom yang berwarna putih. Lala senang sekali, bahkan dia diajari cara menyemprot oleh Ellen. Setiap habis memakan kue itu, lala selalu berkata “Nog keer, atau Nog eentje Tante…”, minta satu lagi maksudnya.
Kemudian, Lala, bunda, Malik, Ellen dan wanita dari Uganda itu duduk di sofa sambil menonton video dr Seus. Bunda bertanya banyak hal pada Ellen. Ellen berasal dari Jerman, jadi bunda bertanya seputar Jerman pada Ellen.
“What is the most beautiful town in Germany Ellen and what is the nice place for children?”
“Oh that’s a good question. Actually, it’s depend on your hobby. If you like hiking, you can go to B……. That’s a nice place with mountain, and nice town too. You can go to Switzerland and several country near there. But its far from here, near Breman, and near Black Forrest too. Black forrest is a nice place too, with lovely river and not really crowded as B… on holiday. You can go to Leer if you want to go to Germany (See: travel map from Groningen to Leer). It’s just 1 hour from Groningen by train. Its nice place, and there is museum for kids. Museum about ship, I think. You don’t have to stay for a long time there.”
“Oh, that’s a good idea, because I want to go to some place that no need to stay in the night.”
“If you need information about children activity in holiday, or other information around that, you can join with “Connect”, International Club of Noord Nederland. Ask for Karen Prowse (or Kim) in phone number this : 5214541. You can call her in the morning, you can ask about connect Intl news letter and Mom’s group. This is they email address : connect@inn.nl
Or, you can ask to Rachel Heller Smith (5492478) and Kim Shipman (5497314) for Toddler Mom Group. ”
“Oh, thank you very much Ellen, I need this information so much, because some times I get bored in here.”
Setelah itu, sakit Malik tampaknya semakin parah. Dia sudah gelisah mengajak pulang. Akhirnya jam 19. 45, kami pulang lebih dulu, dan karena profesor khawatir dengan kondisi Malik, beliau akan mengantarkan kami pulang naik mobilnya. Hmm kebetulan sekali, diluar kan sangat dingin, dan selama di Groningen, belum pernah kami naik mobil selain taksi yang mengantarkan kami dari Stasiun Central ke Rumah.
Sewaktu hendak bersiap-siap pulang Lala bertanya pada profesor “War is jouw auto?” he he Lala pintar dan berani bukan? Bunda berpamitan pada semua orang, dan kami segera beranjak meninggalkan rumah profesor menuju tempat parkir. Ayah akhirnya pulang sendirian naik sepeda. Awalnya Malik tidak mau naik mobil profesor. Tapi kemudian dijalan dia bertanya pada profesor, “Mobil om yang biru itu ya? ” Hi hi profesor pasti bingung ditanya Malik memakai bahasa Indonesia, untung beliau tak mendengarnya.
Wow mobil profesor keren. Model terbaru buatan Germany. Mobilnya mempunyai sistem GPS yang memuat peta jalan untuk seluruh Belanda dan Belgia. Beliau hanya memasukkan alamat rumah kami, Bezettingslaan 30. Kemudian di monitor akan tampak peta jalan dan terdengar suara yang menyuruh untuk belok kanan, lurus atau ke kiri bila diperlukan. Menurut profesor, system itu hanya membuat kesalahan bila ada banyak kabel di jalan, karena satelit yang mengatur akan terganggu ketika membaca sinyalnya. Wah, bunda yang ndeso ini cuma bisa bilang “what a smart car prof ” he he…. Akhirnya sampailah kami di rumah dengan nyaman. Ayah datang menyusul membawa kue semprong berikut slagroom dari Ellen. Wah betul-betul baik hati dan menyenangkan sekali mereka ya. Trimakasih ya Allah, karena telah mempertemukan kami dengan orang-orang yang baik hati. Semoga kami bisa mengambil pelajaran berharga dari pengalaman sejenak bersama mereka.
READ MORE >> Sharing Teman, Tentang Belanda.

No Comments on “Undangan Ke Rumah Prof. John Nerbonne”