Dagelan akibat gagap bahasa

Suatu malam menjelang ritual tidur ketika si bunda ngecek kemampuan bahasa Indonesia anaknya:

Apa bahasa Indonesianya merah-merah di bawah gigi?
Daging gigi! Jawab si bungsu, gara-gara ga tau, tapi terus maen translate bahasa Belanda ke Indonesia (gusi bahasa belandanya tand vlees, (tand = gigi, vlees=daging) jadilah gusi = daging gigi. Hehehe, yaa masih oke lah kalaw begituh :D

Apa bahasa Indonesianya sesuatu yang ada di perut bagian tengah?” Tanya di bunda sambil nunjuk udel.
“Mm button itu artinya apa Bun?” si Bungsu malah nanya button.”Kancing Ik”, si bunda segera jawab.
“Kalo gitu Aik tahu, itu kancing perut!”
Hahaha si bunda mulai ngakak, mentang-mentang udel bahasa Inggrisnya belly button, jadi kalo di bahasa Indonesia kan udel adalah kancing perut dah, hadeeuh.

Nah, terus mereka minta lanjut ditanya tentang organ bagian dalam.
“Apa nama bagian tubuh sebelah sini (bunda nunjuk dada kiri) yang kerjanya memompa darah ke seluruh tubuh dan bikin bunyi deg deg deg deg.”
“Hati!” Jawab si bungsu yakin. “Kan bahasa Inggrisnya heart, itu hati dong Bun!”
“Hihihi, bener sih Ik, tapi sayang nya kalau dalam bahasa Indonesia itu disebut jantung.”
“Hee, jantung, waat en raar naam (nama yang sungguh aneh),” katanya bingung. Iya Ik, bunda juga bingung kenapa namanya jadi jantung.

“Nah terus lagi ya, apa bagian tubuh bagian dalam yang gunanya untuk bernafas, ada di dada kanan dan kiri?”
Sudah bisa ditebak, tentu aja, anak-anak langsung mengernyitkan dahi, mereka kebingungan.
“Bunda kasih clue nih, depannya ‘pa’…pa apa hayoo..”
“Aik tahu…aik tahu….PA..**DARA!”
Bwahahaha, gubraak! Langsung deh si bunda sama ayah ngakak guling-guling, memang depannya sama sih bener hehehe *Balada anak gagap bahasa :D*

Note: Anak-anak memang familiar dengan si kata Pa**dara dan kemaluan dalam bahasa yang benar karena dari kecil sering aku sebut dalam rangka mengajarkan pendidikan seks sejak kecil, juga kasih tahu mereka apa bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh dipegang oleh orang asing, plus cerita-cerita tentang bayi menyusui ibunya.

You May Also Like

About the Author: Agnes