Sesak, Terhempas

Kawan, pernahkah kau rasakan
Sesaknya hati ketika bangun pagi
Saat menyadari, kekasihmu tak ada disisi
Saat merenungi bahwa pertemuan itu masih lama lagi

Kawan, pernahkah kau alami
Sebuah nyeri yang menggores relung hati
Ketika kehangatan itu tak ada disini
Ketika tawa dan canda itu hanya ada dalam memory

Sesaat kau terbangun, sumringah
Tapi lalu nyeri itu datang lagi, gelombangnya bahkan lebih tinggi
Saat kau cari-cari kekasihmu tak ada lagi
Ouch…genggaman dan pelukan itu, rupanya hanya mimpi!

Pedih
Ngilu
Sakit sekali,
Rasanya seperti berada dalam ruang tanpa udara
Hendak bernapas pun tak bisa
Menyesakkan
Menghempaskan

Dan aku…
Sesak…
Terhempas…
Dalam lautan itu
Rindu.

Salemba, 04 Maret 2013
Hujan, kau buat aku ‘tenggelam’

You May Also Like

About the Author: Agnes