READ MORE >> Sharing Teman
Ini tulisanku atas email Mbak Ida di milis We Are Mom (baca di sini: http://groups.yahoo.com/group/We_R_Mommies/message/5510)
From: “Agnes Tri Harjaningrum”
Date: Fri, 31 Dec 2004 14:59:26 -0800 (PST)
Subject: Re: [We_R_Mommies] ACEH MASIH BERDUKA
Dear mbak Ida n moms…
Hiks…hiks… rasanya perasaanku campur aduk membaca
cerita dan pengalaman mbak Ida. Sedih dan pedih sekali
membayangkan kondisi mereka. Apalagi membayangkan
kalau aku jadi mereka,musti kehilangan anak, saudara,
dan semuanya. Melihat kota porak poranda, mayat
bergelimpangan dimana-mana dan tak tau harus menatap
masa depan dengan apa. Duh tak sanggup, tak sanggup
aku Tuhan… Tapi buat mereka, semua itu nyata, bukan
hanya bayangan, bukan hanya mimpi. Entah sehancur apa
hati mereka…
Bingung, tak tau harus berbuat apa dengan kondisi
mereka yang seperti itu sekarang. Apalagi melihat
pemerintah yang lambat dan tetap mengijinkan acara
hura-hura tahun baru. Apa tak bisa mengerahkan pasukan
berikut armada untuk membantu mereka? Waktu perang
melawan GAM, koq rasanya pemerintah heboh mengirimkan
pasukan ya. Hmm…aku betul-betul tidak mengerti
urusan yang macam ini.
Saat ini, kami disini hanya bisa mengirimkan doa dan
berusaha mengumpulkan dana untuk dikirimkan pada
mereka, semoga bisa sampai ke tangan yang tepat, tanpa
dipotong dimana-mana. Tetapi, teman-teman disini
khawatir, bantuan yang banyak mengalir sekarang
‘hanya’ euphoria sesaat saja. Padahal untuk membangun
kembali Aceh, dan memulihkan kondisi masyarakatnya
butuh waktu tahunan, paling tidak 10 tahun kabarnya.
Jadi, teman-teman disini sedang berusaha untuk membuat
proposal dan semacamnya, agar pemerintah Belanda dan
masyarakat Belanda juga, terketuk hatinya dan bersedia
memberikan bantuan berkelanjutan untuk Aceh. Semoga
saja bisa berhasil dan bisa bermanfaat untuk mereka.
Bagiku pribadi, hikmah bencana sebesar ini membuatku
semakin bersyukur dengan apa yang aku miliki sekarang.
Mereka kehilangan semuanya,anak, suami, keluarga,
harta , benda dan entah apa lagi. Sedangkan aku, masih
diberi kesempatan untuk bersama dua orang buah
hatiku,dan suamiku tercinta. Hari-hari kemarin,
rutinitas yang ada membuatku kadang menganggap
kebersamaan dengan mereka merupakan hal yang biasa.
Tapi kini, aku tersadar, mereka begitu berharga,
mereka adalah anugrah yang tak terkira. Tak ingin lagi
rasanya kutinggalkan hari-hariku tanpa makna bersama
mereka. Tak ingin lagi kunodai hari-hariku dengan
rasa kesal dan amarah yang terkadang muncul pada
mereka. Semakin ingin rasanya memberikan yang terbaik
buat mereka. Semoga aku bisa…
Bagaimanapun, tangis, darah, dan airmata dari mereka
yang tertimpa bencana,telah sangat berjasa, membawa
untaian hikmah bagiku dan barangkali bagi banyak umat
manusia.
Thanks a lot buat sharingnya mbak Ida…
Wassalam hangat,
Agnes
READ MORE >> Sharing Teman.

46 Comments on “Aceh Masih Berduka”