Author: Agnes

Pentingnya Kebebasan Memilih

Kemarin, pulang dari aldi, anak-anak minta dibeliin es krim. Trus inget sharingnya mas tomy ketika faiz beli lego dan dibiasakan untuk punya pilihan asalkan dengan alasan, aku juga melakukan hal yang sama. Kayaknya malik lebih apa ya, lebih cepat mengambil keputusan dan alasan dibanding lala. Lala kalo ditanya sering bilang ga tau, ya mungkin karena anak pertama yang stimulasinya beda sama anak kedua kali ya, ga ngerti juga. Nah kemaren itu pas lala ditanya kenapa pililh es krim yang merah, ga yang biru kan enakan yang biru. Lala langsung berubah pendapat, kali takut aku ga suka, tapi dia ga bisa kasih reasonnya. Trus aku bilang, bunda akan beliin lala, lala boleh milillh yang mana aja asalkan ada alasannya. Dia masih diem aja. Trus aku tanya aik, dia langsung milih merah, kenapa ik? karena ada panda drumnya katanya. Nah habis itu pas lala ditanya lagi baru dia jawab, karena ada gambar pandanya cantik/lucu katanya.

Terus lagi, pas kejadian andaikan jadi burung itu juga. Trus pas sampe rumah, mereka rebutan mau cepet-cepet makan es krim, nah aik pilih yang warna warni, aku tanya kenapa aik pilih itu, karena ada birunya katanya. Pas lala ditanya, karena ada merahnya gitu katanya. Jadi belajar dari adeknya kali dia he he. Ya pokoknya aku sama ayah jadi semakin sepakat untuk mengasah kemampuan ini, supaya mereka menjadi orang2 yang bisa ambil keputusan dan ga cuma ikut2an dikala mereka remaja n dewasa nanti.

Read More »

Semangat Baru dari Mas Tomy

Kemarin, minggu tanggal 7 November 2004, mungkin jadi saat yang berkesan buatku. Aku ketemu sama mas Tomy Satryotomo, ayahnya Faiz, suaminya mbak Helvy Tiana Rosa yang penulis terkenal itu … Awalnya niat mau wawancara aja buat radio minaara. Tapi ternyata dia kasih masukan aku buat nulis buku tentang how to parenting guide di luar negeri. Aku betul2 tersemangati dan rasanya ‘hidup’ lagi. Apalagi dia kasih aku emailnya mbak helvy dan faiz, trus suruh kontak dan konsultasi ama istrinya. Wuah seneng banget. Barusan aku dah kirim email panjang ke mbak helvy, aku bilang kalo dia balesnya entah kapan juga oke aja, soalnya aku percaya Allah dah atur semua, jalan mah timana wee… bener kan. Jadi kalo dia ga bales, walopun jujur agak2 kecewa juga, tapii… mungkin aku bisa belajar dari yang lain. Pokoknya aku jadi semangat buat nulis buku, dan aku jadi semangat buat bikin dokumentasi, nulis buku harian tentang parenting tiap hari. Aku mulai dari sekarang. Bismillah ya Allah, aku cuma wadah, aku ga ngerti kenapa bisa ketemu mas Tomy, apa maksudMu, aku ga ngerti kenapa aku tersemangati untuk nulis buku, aku yakin Kau udah atur semua kan ya Allah. Hanya satu yang kumohon, agar apapun yang kulakukan, semua betul-betul dari Mu, dan atas kehendak Mu.

Read More »

PROBLEMA MENDAMPINGI SUAMI BELAJAR DI NEGERI BELANDA

Menemani suami mengenyam pendidikan di negeri Belanda, seolah merupakan kenyataan yang menyenangkan dan membuat iri banyak orang. Namun, mengalaminya tidak lah semudah yang dibayangkan. Apalagi bagi para ibu yang mempunyai anak berusia balita dan terbiasa bekerja di Indonesia. Jika tidak diantisipasi, hal ini bahkan bisa mempengaruhi keberhasilan belajar sang suami.

Read More »

Istana Dalam Lumpur

Your daily life is your temple and your religion, Kahlil Gibran.

Setiap orang boleh-boleh saja untuk setuju atau antipati dengan kalimat ini. Apalagi jelas-jelas kalimat tersebut ‘hanya’ milik seorang penyair, bukan sebuah hadist maupun ayat-ayat Al Qur’an. Akan tetapi, sebuah ayat Al Qur’an menyebutkan bahwa seekor semut pun terkadang membawa kebenaran. Jadi bisa saja kalimat diatas menyimpan kebenaran bukan? Cerita berikut barangkali bisa sedikit menyingkap betulkah ada kebenaran dalam kalimat sang penyair.

Read More »

Demam Bukan Musuh yang Harus Diperangi

Pikiran Rakyat, Minggu, 17 Oktober 2004

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1004/17/hikmah/lainnya02.htm

Demam pada anak sering menimbulkan fobia tersendiri bagi banyak orang tua. Keyakinan untuk segera menurunkan panas ketika anak demam sudah melekat erat di benak orangtua. Demam diidentikkan dengan penyakit, sehingga saat demam berhasil diturunkan, orangtua merasa lega karena menganggap penyakit akan segera pergi bersama turunnya panas badan.
Keinginan untuk menenangkan kegelisahan orang tua inilah yang terkadang “memaksa” dokter memberikan obat penurun panas walaupun sebenarnya mungkin tidak perlu. Selain itu tak dapat dipungkiri bahwa dokter yang gemar melakukan pengobatan “ala koki” (meminjam istilah Dr. Paul Zakaria da Gomez- ahli imunologi) masih kerap dijumpai. Seperti halnya makanan yang kurang manis ditambah gula, kurang asin ditambah garam, begitu pula pengobatan “ala koki” dilakukan. Apa pun penyebabnya, penderita panas badan langsung dicekoki obat penurun panas tanpa memastikannya terlebih dulu.

Read More »

Terimakasih untuk seorang istri

Istriku kemarilah
Duduklah di depanku
Dengan tenang bernafaslah
Biarkan hatiku mengarungi
Hingga sejuk embun kurasakan
Ketika kaki batinku menyentuh
Samudera keikhlasanmu

Debur hasrat jiwamu
Menjadi sunyi
Di depan mata mungil bersinar
Yang memintamu penuh harap
“Bacakan aku cerita, Bunda”

Bak usapan ombak kepada tepian
Cinta agungmu penuh kesabaran
Mengalir membelai dua pasang telinga
Bersama ribuan kisah yang kau dendangkan

Dibukanya genggaman mungil
Tapi tiada tampak yang dicarinya
Pecahlah tangis di malam sunyi
“Dimana kereta kecilku..hu..hu..”

Suara lembut penuh sayang dan pasti
Sejuk menyirami hati mungil
“Kamu hanya bermimpi, sayang.
Jangan menangis, tidurlah kembali”

Kadang, hanya tiga jam dirimu terlelap
Anak-anak minta dekapan
Menghempaskan istirahatmu malam itu

Adalah pondok kecil
Dibangun di atas suka maupun lara
Menjejak tanah kering maupun lumpur
Yang lampu kecilnya
Memancarkan cahaya menerobos lobang-lobang dinding
Kesanalah kita beristirahat

Istriku tataplah
Sinaran syukur memancar
Dari dada laki-laki di depanmu
Tak akan pernah ada sesal
Hanya cinta semata
Yang menggunung dan menyamudra

Anugerah adalah engkau
Istriku…

Ps: Dia membuatkan puisi ini setelah aku menulis ‘Sound of a Mother’

Read More »

Liburan Pertama, Efteling…

Akhirnya, Allah kasih jalan, reimburcement pertama mulai dibayar. Lumayan lah buat tambal sulam he he. Artinya…jadi liburan pertama.. horeee! Kemana ya? Eftelling dulu deh, pasti anak-anak suka, dan ayah juga sudah pernah kesana, jadi nggak perlu cari-cari jalur lagi. Oke deh kita niatin berangkat.. kata ayah. But… 3 hari sebelum hari H, lala sakit, batuk sering dan pilek, agak panas juga. Sekolah udah bolos 2 hari, supaya hari sabtu bisa pergi. Hari Jumat siang, lala membaik, ya udah beneran kita putusin pergi. Ayah beli baby buggy yang lagi anbeiding, dan…

Read More »

“Yah! Lihat tuh!”

Thursday, August 19, 2004

Tiba-tiba Malik lari kesampingku yang lagi di depan komputer. Sambil alisnya merengut dengan mimik marah, dia berdiri tegak. Menarik nafas, lalu berteriak, “Yah! Lihat tuh!”. Tangannya menunjuk Lala yang sedang menangis di pinggirnya.

Read More »

“TAK ADA TAMBANG GORDEN PUN JADI”

( Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang pertama kali di kota Groningen, Belanda)

“Satu..dua..tiga..mulai!” teriakan seorang panitia lomba menggema di lapangan berumput hijau Hanzeborg Zernike complex, ketika mengawali pertandingan tarik tambang pria. Tarik-menarik tali dengan jumlah peserta lima lawan lima orang ini berlangsung cukup alot selama beberapa detik. Namun tiba-tiba…”tass….!” tali itu putus dan tubuh-tubuh kekar berjumpalitan jatuh ke tanah. Salah seorang peserta meringis kesakitan akibat terkena lecutan tali yang putus. Peserta lain tesenyum-senyum sambil menahan nyeri akibat jatuh. Walaupun demikian baik peserta, panitia dan pengunjung yang hadir malah merasa terhibur dan tertawa-tawa menyaksikan adegan yang cukup seru dan lucu ini. Tali putus? kok bisa? Tentu saja, karena tali yang dipergunakan untuk perlombaan tarik tambang itu ternyata adalah… kain gorden!

Read More »

Tujuh Jurus Ampuh Mengatasi Asma

Pikiran Rakyat: Minggu, 13 Juni 2003

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0604/13/hikmah/lainnya2.htm

“NGIK…ngik…ngik” nafas Malik tersengal-sengal, bicaranya pun putus-putus tak karuan. Pagi ini Malik terpaksa bolos sekolah lagi. Padahal ini hari pertama ujian kenaikan kelas. “Hmh ujian susulan lagi,” gerutu Malik dalam hati. Bundanya segera mengantar Malik ke rumah sakit dan Malik pun mendapatkan pengobatan. Berapa lama berselang sesaknya berkurang, dan bicara putus-putusnya tak lagi terdengar. Namun, anak lelaki yang baru berangkat remaja ini mulai berkeluh kesah, “Bu, kapan sih aku bisa sembuh. Aku malu bolos terus. Ujian susulan terus.” Ujarnya dengan kesal. Bundanya mencoba menjelaskan, “Sabar ya sayang, teman-teman dan gurumu pasti mengerti, kamu kan bolos karena sakit, kenapa harus malu?”

Malik tetap terlihat kesal,”Aku bosan, tiap ganti musim sesak, makan udang sesak, kecapekan sesak, kapan aku bebas dari semua ini bu?” sahut Malik sedikit berang.

“Baiklah nak, sebaiknya kamu tanyakan sendiri pada dokter sejelas-jelasnya dan ikuti sarannya, supaya kekesalanmu hilang dan sesakmu tidak lagi sering datang.” Timpal Bunda Malik menenangkan.

Read More »