My second book: ‘Family Traveler’
Filed under Books and Writing
Filed under Books and Writing
Filed under Books and Writing, English Corner
“Make a list of your obsession,” said Natalie Goldberg on ‘Writing Down the Bones and I agree with her. Although sometimes, I couldn’t write all of my obsessions, but make a list can make me keep writing. My obsession now is to write in English about everything I want. After writing two short essays, I think it is nice to write about something personal in English because I get a feeling that if I write in this language, just few people will be interested to read my writing (for Indonesian people I mean). Besides, writing personal things in English seem to be more elegant and it won’t make me look ‘naked’.
Filed under Books and Writing, Diary Spiritual, English Corner
“Why do I write? Why do I write? Why do I write?,” Just like a bee buzzing around flowers, this question come up to my mind ever and ever again, wherever I am. Yes, Why do I write? Isn’t it odd? I have been writing for several years, but I never ask this question, this fundamental question. This question keep bothering me since somebody suggested me to ask my self about it.
Then, in a lovely evening, when my children was playing around me and my husband was working in his ‘laboratory’, I took a deep breath, lied in my bed, pondered to answer this question deeply. I tried to look for the answer, but my mind just kept silent and my heart didn’t give any signal even one clue. I waited and waited, hoping the answer would pop up in my mind, but useless. I felt bad and tired. Oh God, why is it so difficult to answer the question?
Filed under Books and Writing, Diary Spiritual, Sharing Teman, Tentang Belanda
“Read a lot, listen a lot, and write a lot,” tips penting dari Natalie Goldberg dalam bukunya ‘ Writing Down the Bones’ itu kucatat dan kurekam baik-baik dalam memoriku.Seorang yang ingin menulis atau menjadi penulis, tidak bisa menganggap sepele ‘listen a lot,’ with all of your body. Sering kita ngobrol ngalor ngidul dengan siapapun atau jalan-jalan ke suatu tempat, tapi kalau kita tak berusaha mendengar dengan seluruh indra kita, banyak hal yang kemudian terabaikan dan terlupa.
Sudah lama aku dikirimi buku ini langsung oleh penulisnya dari Amerika, wah seneng banget dong (makasih ya mba Me), tapi baru kali ini aku sempat bikin reviewnya.
Buku ini mengisahkan pengalaman pribadi penulis dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang seperti naik roller coaster, kata penulis. Yang menarik, penulis bukan hanya mengisahkan perjuangan beratnya, suka dukanya melalui pernikahan tahun-tahun pertama, tapi juga ada quote-quote penyemangat, serta tips-tips praktis yang bisa diterapkan untuk menjadi orang yang lebih baik dan mencapai kebahagiaan keluarga. Selengkapnya…
Filed under Books and Writing, Books and Writing, inong, Resep
Aku hanya mengenalnya di dunia maya. Dan aku memang hanya sejenak bertegur sapa dengannya. Tapi ketika mendengar dia tiada, hatiku seperti terbelah dua. Tiba-tiba saja air mataku menggenang di pelupuk mata. Tak henti aku membaca kisah detik-detik terakhir hidupnya, dan tak henti pula aku menyusut bulir-bulir air di sudut mata. Dia perempuan biasa yang luar biasa. Kehadirannya menjadi inspirasi bagi para ibu-ibu muda. Karena dia, banyak ibu-ibu muda tiba-tiba sembuh dari sakitnya. Haa? Sakit apa rupanya? Sakit alergi, alergi masuk dapur! Termasuk aku salah satunya. Selengkapnya…
Filed under Books and Writing
Alhamdulillah, aku bisa ikutan kontribusi dalam buku-buku berikut ini, walaupun cuma dikiit banget kontribusinya tapi ya seneng juga, moga-moga ada manfaatnya buat yang baca. Foto gambar covernya ada disini : http://bundaagnes.multiply.com/photos/album/67/Aku_dan_Buku_Rame-rame
Yang paling baru dan katanya baru aja beredar di toko-toko buku di Indonesia adalah buku ‘One Gigabyte of Love: Cerita Cinta para Blogger Multiply Indonesia’. Buku ini hasil karya para MPers yang di edit oleh mba Helvy Tiana Rosa dan mas Tomy, suaminya. Dari 200 tulisan para MPers yang masuk, terpilih 53 tulisan untuk dibukukan. Senang deh pas baca namaku ada disitu, trus fotoku juga ikut mejeng rame-rame di halaman belakang buku, asik kan numpang beken, hii dasar narsis hehe. Isi bukunya pasti seru dong, jangan lupa pada beli ya :-). Hasil penjualan bukunya kalo ga salah buat disumbangkan deh, jadi sambil beli sambil beramal gitu loh :-)
Selengkapnya…
Filed under Books and Writing
Hari ini airmataku tak berhenti menetes. Tangis itu sejenak kerap berhenti, tapi tak lama. Saat suamiku bertanya, “Ada apa Sayang?” Air mataku tak mau kompromi. Ia langsung mengucur lagi. Kenapa sih? Bete? Berantem? Kesel? Capek?
Oh bukan! Sungguh bukan. Aku menjadi seperti itu gara-gara membaca sebuah buku! OMG! Aje gile! Segitunya..ck..ck..ck…! Yup! Buku itu memang luar biasa. Pokoknya aku ngefands berat deh sama buku-buku karangan Andrea Hirata itu. Sekarang saja rasanya aku sudah tak sabar ingin membaca buku ketiga dan keempatnya.
Baru saja aku membaca buku “Sang Pemimpi”, buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi. Aku belum sempat membuat review Laskar Pelangi. Tapi kesimpulanku sama, kedua buku ini sungguh memesona. Keduanya sanggup membuatku tertawa dan menangis. Bukan cuma itu, makna yang terselip dari ceritanya, daleem! Makna-makna yang tersebar itu yang membuatku menangis. Dan keunikan cerita yang dikemas dengan humor-humor yang cerdas membuatku kadang tak berhenti tertawa. Aku kagum dengan kemampuan penulis membuat metafora yang juga cerdas dan lucu. Novel ini dituturkan penulisnya berdasarkan kisah nyata. Barangkali ini lah kekuatan lain yang membuat aku sebagai pembaca merasa begitu terpikat.
Filed under Books and Writing
Ketebalan buku ‘Bumi Manusia’ milik Pramudya Ananto Toer ini awalnya membuat aku malas membacanya. Bayangkan, 524 halaman bo! Tapi suamiku mau membaca buku ini. Dan setiap habis keluar dari WC (karena doi pasti bacanya di WC hehe), suamiku selalu berdecak kagum,”Gile…emang hebat tenan nih Pramudya bikin kata-kata…” Lain hari dia berkata,”Seru Ma, dia bisa bikin pembaca penasaran…nggak bisa berhenti baca nih.” Duh…duh…diprovokasi begitu terus akhirnya pelan-pelan kulirik juga itu buku. Awalnya cuma tiap ke WC( hehe idem, tempat paling tenang sedunia buat baca soale hihi), eeh ga taunya aku malah nggak bisa berhenti baca buku itu. Akhirnya buku itu kulalap habis dari siang sampe sampe tamat jam 3 pagi! Bela-belain nggak tidur coba hehe.
Filed under Books and Writing
Buku karangan Mohamad Diponegoro ini praktis dan enak dibaca. Pengarangnya membahas detil seluk-beluk membuat cerpen disertai contoh-contoh tulisan yang diramu dengan pengalamannya sendiri. Bagaimana cara membuat cerpen? Motivasi kuat tentu saja harus menjadi landasan utama. Selanjutnya, Diponegoro mengajak pembacanya belajar menggali ilham, membuat prolog, menjelaskan teknik menulis cerpen dan proses editing. Bagian-bagian manakah yang teramat penting untung diingat dan diikat maknanya? Semua orang punya motivasi sendiri-sendiri. Bagaimana denganku? Sebetulnya aku lebih suka menulis feature, artikel ilmiah populer. Tapi aku bermimpi ingin membuat sebuah novel populer ilmiah suatu hari nanti. Novel dan cerpen termasuk kedalam fiksi dalam pembagian keilmuannya. Aku belum pernah menulis fiksi. Lantaran itulah aku bakar semangat dalam diriku agar aku mau belajar menulis fiksi. Membuat novel masih belum terbayang, cerpen saja dulu yang tampaknya lebih gampang.
Filed under Books and Writing
Buku ini milik penerbit Kaifa, dengan dieditori Hernowo. Dari Bab I buku tersebut, aku semakin yakin dengan manfaat menulis. Fatima Mernissi seorang penulis tersohor wanita yakin bahwa setiap satu goresan tulisan dapat menghilangkan satu keriput di kantong mata. Menulis dapat mengencangkan kulit dan menyehatkan, itu yang diyakininya. Ternyata seorang psikolog peneliti, Dr Pennebaker, mendukung keyakinan Mernissi dengan membuktikan bahwa menulis dapat meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Dari sample mahasiswa yang dia teliti didapatkan kunjungan ke klinik kesehatan menurun dengan cukup signifikan setelah mereka menulis. Pemeriksaan darah yang dilakukan setelah mereka menulis pun menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih. Wow, ternyata kegiatan menulis itu,manfaatnya luarr biasa!Dari hasil penelitiannya, Pennebaker menyimpulkan bahwa menulis dapat menjernihkan pikiran, menghilangkan trauma, mendapatkan dan menggali informasi-informasi baru, membantu menyelesaikan masalah dan membantu seseorang menulis ketika terpaksa harus menulis.
Filed under Books and Writing
Aku membaca resensi dan beberapa artikel lepas dari mizan learning center. Aku mendapatkan lagi semangat baru, dan aku akan mengikatnya. Membaca dan menulis bagaikan saudara kembar, keping mata uang yang tak dapat dipisahkan. Banyak membaca buku, tetapi tidak mengikatnya, hanya akan membuat apa yang telah dibaca kabur tak tentu rimba. Karena itu, setelah membaca buku, ikatlah, tulislah bagian-bagian penting secara ngemil. Jangan lupa, sebelum membaca buku, agar buku bagaikan makanan yang nikmat untuk diserap, ingatlah AMBAK ( Apa manfaat membaca buku bagiku). Pikirkan secara detail, apa yang ingin diketahui dari sebuah buku, apa menariknya sebuah buku, sehingga ketika membaca, banyak gizi yang bisa diserap.
Apa pentingnya menulis? Ternyata, menurut Fatima Mernissi seorang penulis terkenal asal Maroko, menulis dapat menyehatkan kulit alias awet muda. Asyik kan! Selain itu, menulis juga dapat menghilangkan trauma dan menyehatkan otak. Tulislah apapun yang ingin ditulis, dan menulis buku harian dapat menjadi kegiatan yang melatih keprigelan menulis. Ingat juga kata mas Tomi, menulis itu tak perlu bakat, tapi yang diperlukan adalah keuletan dan semangat. Itulah kenapa saat ini aku semangat untuk belajar menulis buku. Buku bisa menjadi amal jariah yang tak kan hilang walaupun manusia mati. Aku ingin menulis sebuah buku, suatu hari nanti, entah buku apa. Oya dari konsultasi dengan mas Hernowo, aku juga mendapat jawaban tentang cara praktis menulis buku. Caranya mudah saja, meniru. Ya, meniru adalah proses belajar termudah dan bukan berarti menghambat kreatifitas. Bila aku ingin menulis buku seperti Torey Harden, tirulah, dan aku ingin melakukannya. Someday…I will…