Home » Books and Writing

Review Buku ‘Smart Patient’ di Republika Online

Memberdayakan Pasien Idealnya pasien menjadi partner dokter. Judul Buku : Smart Patient Pengarang : Agnes Tri Harjaningrum Penerbit : Lingkar Pena Publishing House Pasien sering dalam posisi lemah dan kalah saat berhadapan dengan dokter. Apa pun yang dikatakan dokter, itulah yang harus diikuti. Dokter memang punya ilmunya dalam hal mengobati, sedangkan pasien tahu apa? Padahal, dokter adalah juga manusia. Bukan tidak mungkin dokter pun melakukan kesalahan. Bahkan, banyak kasus dokter terlibat dalam malapraktik.

Read More »

Belajar Jadi pasien Cerdas, Liputan Annida Online

Liputan dari annida online tentang smart patient, 2 Februari 2011, kelupaan ga disimpen buat arsip. Tapi ada bagian yang salah interpretasi pas bagian ‘user fees’, kalimatnya agak jaka sembung sebetulnya. Buku Ke-Tiga Agnes Tri Harjaningrum Belajar Jadi Pasien Cerdas Annida-Online– Untuk jadi dokter cerdas, sudah banyak banget sekolahnya. Tapi untuk jadi pasien cerdas, harus sekolah di mana, ya? Penulis sekaligus dokter ini punya jawabannya!

Read More »

My First Academic Essay: Implementing Rotavirus Vaccination in Indonesia

This is my first 5 pages academic essay in English as an assignment for my vaccinology course. I publish this essay because during my writing process, I had difficulty to look for some data, especially when I sought data from my country. Besides, this topic is not too academic, quite easy to understand and it might useful for those who are interested. I just remember a nice quote from my Mexican friend,”live is sharing, sharing is life”, so hopefully my essay would somehow be useful.

Read More »

Tips Membuat Essay Akademik dalam Bahasa Inggris

Phf…Alhamdulillah seneng banget karena akhirnya barusan aku berhasil menyelesaikan vaccinology essay yang ga kelar-kelar padahal udah dimulai sejak sebulan lalu. Ya iyalah selesai, soalnya kepaksa, besok deadline hehe. Kalo ga nyerahin tugas gila aja, bunuh diri namanya, bakal ga lulus dong.

Read More »

Menulis Bagiku

Membaca kesuksesan orang-orang dalam dunia penulisan kadang membuat hatiku terkitik-kitik. “Tuh lihat si A bukunya laris terus dipasaran. Tuh liat si B makin mencrang. Tuh liat si C jadi terkenal. Tuh liat si D, karya-karyanya dihamburi pujian dan menginspirasi banyak orang. Apa ga pengen kaya mereka ? Kamu sebetulnya kan juga bisa, asal mau lebih usaha.Tulisan dan buku-bukumu kan cuma gitu-gitu aja, mungkin juga ga laku dipasaran. Ayo dong lebih gencar, apa ga mau jadi orang terkenal ?”

Read More »

Mengapa Tak Menulis

Nulis? Makhluk apaan tuh? Ogah ah… Ga ada ide! Ga ada waktu! Ga ada bakat! Sulit! Betulkah begitu? Coba pikir-pikir dulu.

Read More »

My 2nd and 3rd Books

Read More »

Make a list of your obsession

“Make a list of your obsession,” said Natalie Goldberg on ‘Writing Down the Bones and I agree with her. Although sometimes, I couldn’t write all of my obsessions, but make a list can make me keep writing. My obsession now is to write in English about everything I want. After writing two short essays, I think it is nice to write about something more personal in English because I get a feeling that if I write in this language, just few people will be interested to read my writing (for…

Read More »

Why Do I Write?

“Why do I write? Why do I write? Why do I write?,” Just like a bee buzzing around flowers, this question come up to my mind ever and ever again, wherever I am. Yes, Why do I write? Isn’t it odd? I have been writing for several years, but I never ask this question, this fundamental question. This question keep bothering me since somebody suggested me to ask my self about it. Then, in a lovely evening, when my children was playing around me and my husband was working in…

Read More »

Listen a lot, Memanusiakan Anak dan Bermimpi

“Read a lot, listen a lot, and write a lot,” tips penting dari Natalie Goldberg dalam bukunya ‘ Writing Down the Bones’ itu kucatat dan kurekam baik-baik dalam memoriku.Seorang yang ingin menulis atau menjadi penulis, tidak bisa menganggap sepele ‘listen a lot,’ with all of  your body. Sering kita ngobrol ngalor ngidul dengan siapapun atau jalan-jalan ke suatu tempat, tapi kalau kita tak berusaha mendengar dengan seluruh indra kita, banyak hal yang kemudian terabaikan dan terlupa.

Read More »