Biru
Filed under Cinta dan Puisi, Diary Mommy Back To School, Diary Spiritual
Petir Menyambar Selengkapnya…
Butir hujan bak salju berjatuhan
Hatiku membiru
Sendu mengingat waktu yang melaju
Filed under Cinta dan Puisi, Diary Mommy Back To School, Diary Spiritual
Petir Menyambar Selengkapnya…
Butir hujan bak salju berjatuhan
Hatiku membiru
Sendu mengingat waktu yang melaju
Filed under Books and Writing, Cinta dan Puisi
Nulis? Makhluk apaan tuh?
Ogah ah…
Ga ada ide!
Ga ada waktu!
Ga ada bakat!
Sulit!
Betulkah begitu?
Coba pikir-pikir dulu.
Filed under Cinta dan Puisi, Diary Spiritual, English Corner
Today, the future is frightening
Today, I lost my faith and my dream
Today, I feel terrible
Today, I feel like I want to die
Filed under Cinta dan Puisi
Aku lagi demen baca puisi, karena waktu kecil sebetulnya aku suka baca puisi buat diri sendiri. Jadi waktu jadi narasumber di acara hari Kartini Kharisma, aku sempatkan lah membaca puisi yang kubuat sendiri. Ya buat variasi aja sih, biar ga boring maksudnya. Ini dia puisinya.
Bangganya Wanita
Katanya, wanita tercipta dari tulang rusuk Adam
Sehingga para lelaki lalu berkata,”Kamu adalah bagian dariku, tanpa aku, kamu tak akan ada.”
Sehingga para lelaki lalu bersabda,” Kamu tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, kamu sungguh lemah.”
Katanya, itulah mengapa sejak jaman dahulu kala, perempuan dianggap hina.
Filed under Cinta dan Puisi, English Corner
I woke up
You were not there
Didn’t know why
There was a pang
There was a frightening
There was a longing
In my heart
Couldn’t imagine
If you and me
have to be apart
I will miss you
I even miss you so
Now.
Diemen, 10 March 2010
When my beloved one, goes for a while.
Filed under Cinta dan Puisi, English Corner
When eleventh comes, beyond tenth, our heart’s joy Selengkapnya…
When eleventh comes, cudlle us, our lips smile
When eleventh comes, wake us up, our soul flies
Filed under Cinta dan Puisi, Diary Spiritual
Kemarin hari ulang tahunku.
Sudah tua rasanya aku.
Begitu cepat hari berlalu,
tiba-tiba saja, anak-anakku sudah bisa merencanakan acara seru.
Aku begitu terharu.
Duh Tuhanku, betapa kufurnya aku kalau tak mensyukuri semua nikmatMu.
Salah satu tahun tersulit dalam hidupku adalah tahun lalu.
Lahir dan batinku rasanya diadu-adu.
Air mataku sering meluncur tak menentu.
Tapi janji Allah tak pernah palsu,
sesudah kesulitan pasti ada kemudahan, aku sangat yakin itu.
Dan setelah semua berlalu,
ada keindahan, kenikmatan, yang tak terbilang,
bersemayam dalam relung hatiku.
Kadang aku kerap merindukan rasa itu.
Rasa yang munculnya, aneh, selalu ketika hari-hariku sedang kelabu.
Ya, sebetulnya tidak aneh,
bukankah Tuhan beserta orang-orang yang remuk hatinya, kata temanku.
Ya, aku sangat setuju.
Karena pengalamanku juga berbicara begitu.
Kini, tiga bulan berlalu, setelah lewat tahun baru.
Usai semua kejadian itu, aku benar-benar mengalami fase baru.
Kota tempat tinggalku, rumahku, kegiatanku, semua baru.
Dan aku sangat menikmati itu.
Terimakasih Tuhan, janjiMu memang tak pernah palsu
Semoga fase baru ini semakin membuatku bermutu dimataMu
Filed under Cinta dan Puisi
“Yah ini bagus ga?” Aku kecentilan begaya-gaya di depan suamiku.
“Bagus.” *Kepalanya nengok bentar, terus matanya balik ke kompi.*
“Yah ini kan murah lagi discount, dari 40 euro jadi 5 euro coba, keren kan.”
“Iya Ma. Kereen.” *Ngeliat lagi ke aku bentar, lalu si mata balik lagi depan kompi.*
“Yah, kata temenku beli panci mending yang sekalian mahal biar awet, ga nyampah, kan sayang lingkungan juga kan Yah. Bole ya beli ya.” *ngerayu mode on* Selengkapnya…
“Iyaa.”
“Mumpung murah ni yah, kalo di toko mahal banget lo, mana ini ongkos kirim gratis lagi, ga pa pa kan Yah, kan pake duit keringetku sendiri ya kan Say.”
“Iya Ma boleeh.”
Filed under Cinta dan Puisi
Tuhan,
Rasa ini seperti duri
yang menusuk-nusuk kaki
Tuhan,
Andai aku boleh bilang
Aku ingin selalu terbang
Tuhan,
Duri ini tak nyaman
Tapi aku sungguh paham
Ia adalah tamu kehormatan bukan?
Tuhan,
Ajari aku memeluk duri
Agar aku lagi-lagi tak begini
Tuhan,
Aku juga paham
Tamu-tamu itu Kau pergilirkan bukan?
Namun,
Mengapa aku tak juga belajar
Oh Tuhan, tolong!
Ajari aku memeluk sang duri!
Duduklah saja Sayang, katamu dini hari tadi
Kubuatkan hadiah spesial di hari jadimu ini
Bukankah tadi perut hanya kita isi dengan roti
Dan kau pun beraksi persis seperti koki
Cemplung sana cemplung sini
Potong sana potong sini
Dan tarraaa! Hadiah untukku pun tersaji!
Semangkuk Indomie pada pukul satu pagi Selengkapnya…
Sungguh, ini kado yang paling membuatku geli!
Tapi bukan hanya geli, aku juga happy
Meja makan kita sesesak tumpukan jerami
Mangkuk-mangkuk kita tak kebagian posisi
Tapi kau tak pernah mengambil hati
Ah Cinta, kau ini selalu membuatku bertanya lagi
Terbuat dari apa sesungguhnya hatimu ini?
Filed under Cinta dan Puisi, Diary Spiritual
Terinspirasi dari postingan tulisan-tulisan Adian Husaini Vs Jalaludin Rahmat yang lagi hot di beberapa milis. Masing-masing berkata dengan dalil Al Qur’an. Ketika semua pendapat berkata bahwa apa yang dikatakannya berdasarkan AlQuran, Si A bilang si B sesat, si B bilang si A harus diluruskan. Si A antipati pada si B dan juga sebaliknya. Si A bilang si B memlintir ayat, demikian juga sebaliknya. Lalu siapakah yang bisa dipercaya? Ini seperti cerita lama, cerita saat aku mahasiswa. Tak henti aku mencari, aku tetap limbung dan bingung. Mengapa dunia sekitarku isinya hanya perdebatan saja? Aku lelah! Dimana kedamaian itu? Dimana Islam yang rahmatanlil’alamin itu? Mana yang harus kupilih dan dimanakah kebenaran itu sesungguhnya?
Kini, satu hal yang kuyakini, bahasa-bahasa yang menebarkan kebencian, bahasa-bahasa yang menjadikan pikiran dan logika sebagai raja, tak bisa masuk ke hatiku. Aku tak lagi bingung dan limbung seperti dulu. Mengapa? Karena aku yakin, rajanya manusia adalah hati bukan pikiran atau logika. Dalam hati manusia lah ‘rumah’ Allah berada. Islam adalah kedamaian, rasa Allah itu damai, nikmat, sejuk, indah…bukan rasa siksa, bukan rasa benci dan rasa-rasa negatif lainnya.
Puisi ini hanya nasehat untuk diriku sendiri, hasil renunganku, dan sebagai pengingat, dari perjalanan spiritual yang aku alami. Karena setiap orang punya perjalanan diri masing-masing, sangat mungkin bila puisi ini tak akan berlaku buat orang lain. Pencarian kebenaran adalah pencarian yang tak berujung, hingga maut memisahkan. Dan aku pun ingin terus berjalan.Wallahualam bisawab. Selengkapnya…
Filed under Cinta dan Puisi, Diary Spiritual
Ketika hati bertanya
Dimana, dimana aku
Aku, aku adalah sebuah lentera
Sinarnya menerangi jagat jiwa
Ketika hati bertanya
Dimana, dimana tempat kembalimu
Engkau, aku kamu siapapun itu tak akan pernah tahu
Hingga tabir itu terkuak, terbuka menganga
Filed under Cinta dan Puisi, Diary Spiritual
Aku hanyalah setitik air diantara luasnya samudra.
Aku, siapa aku ini, manusia yang entah telah berapa lama mendua
Menduakan cintaku padaNya
Hanya karena meminta puji, pujinya manusia.
Aku siapakah aku ini Selengkapnya…
Mengapa aku resah gelisah
Ketika dunia berkata
Hai kamu gila
Kenapa harus resah dan gundah
Bukahkah puji hanya milik Allah semata?
Filed under Cinta dan Puisi
Mudik? Katanya sudah tradisi
Mudik? Apanya yang asyik?
Mudik ? Bikin orang pada sakit!
Sakit karena pengeluaran nggak sedikit
Sakit karena di jalan terhimpit-himpit
Tapi kenapa mudik seperti ganja?
Candunya tak mengenal usia dan kasta
Demi mudik banyak orang mendadak gila
“Mobil baru neh, bakal mudik,†kata si kaya
“Ngutang dikit, bakal beli bensin,†kata orang biasa
“Aku, di atap kereta ndak apa,â€kata orang tak punya
Hey! Kemana akal mereka?
Sehingga rela melakukan apa saja!
Demi mudik yang tak seberapa
Apa gunanya?
Apa maunya?
Gila! Mungkin memang gila
Tapi semua itu fakta!
Dan aku tak ingin seperti mereka
Ah masa? Angin pun tak kan percaya!
Memangnya kenapa kalau menjadi seperti mereka?
Duhai Mudik, kenapa kau bikin addict?
Seperti ganja, ya seperti ganja!
Satu dua lebaran masih biasa saja
Tapi tiga? Ugh!…diubun-ubun rasanya
Karenamu, aku ‘sakau’ menahan rindu!
Oooh Mudik… mahkluk apa gerangan dirimu?!
Groningen, Menjelang hari Fitri, 21 Oktober 2006
‘Sakau’ memang asoy! Gara-gara dah tiga lebaran nggak pulang hiks…
Mohon maaf lahir batin buat semua…
Selamat lebaran yaaa….:-)
Filed under Cinta dan Puisi
Aku kelelahan baru pulang dari Almere. Aku dan keluargaku baru tiba dirumah pukul 23.00. Wuih capeknya luar biasa karena kami pergi dari subuh tadi. Apalagi semalam aku kurang tidur, hanya tidur 2 jam saja! Mau langsung tidur? Wah jelas tak bisa. Malam ini aku dan teman-temanku harus memulai acara seminar online WRM yang ke-5. Masalahnya aku belum persiapkan sama sekali. Alhasil, setelah membacakan buku untuk Malik dan mengantarkan anak-anakku tidur, aku harus duduk dulu di depan kompi untuk mempersiapkan bagian yang harus aku posting.
Nol-nol lewat 5 menit. Tiba-tiba ada kiriman hall mark masuk ke inboxku. Dari siapa? Hmm…dari siapa lagi kalau bukan dari dia. Buat apa tengah malam kirim hall mark? Buat apa ya?
Ah dia, membuka kirimannya, lelahku menjelma menjadi air mata. Air mata syukur dan cinta…
Ah dia, selalu saja sama. Membuat terimakasihku tak pernah berhenti terucap untuknya…
Ah dia, pesannya begitu indah kubaca, begini bunyinya:
Ah dia, selalu membuat doa yang sama, demi cinta yang terbina. Semoga Allah mengabulkan semuanya….
Filed under Cinta dan Puisi
kutulis untukmu
tujuh tahun cintaku
sembilan tahun yang lalu Selengkapnya…
catatan itu masih bersih
tanpa sebuah titik pun
hingga ku bertemu dia terkasih
Filed under Cinta dan Puisi
17 November 2005
Tujuh tahun yang lalu, kau pinang aku dengan sepenuh rasa. Cinta, haru, lega, syukur, dan entah apa. Seperti tanggul yang lepas, sedu sedanmu kala itu tak tertahan, tumpah. Pertanda betapa beban itu sirna dan berubah menjadi luapan bahagia.
Kekasihku, kau dicipta untuk mengajari aku mengurai duka menjadi suka, dan juga sebaliknya. Lihatlah, betapa sejak kau ikrarkan cinta, sejoli duka dan suka pun kian lekat menemani kita. Kekasihku, kau dicipta untuk membantu aku mengepak bersama. Terbang tinggi ke nirwana mencari sang pencipta. Lihatlah, bersamamu, pencarian itu menjadi kian bermakna. Semoga saja akan bertemu akhirnya. Selengkapnya…
Filed under Cinta dan Puisi
Air mataku tumpah tak terkira
Memendam rindu tiada tara
Tak kusangka betapa aku tersiksa
Ketika belahan jiwa tiada di depan mata
Badai itu mencabik-cabik kita
Menghempas, menusuk dan menorehkan luka
Kadang aku menjadi gelombang yang murka
Saking nyerinya, saking aku tak kuasa
Namun kau laksana baja
Tak bergeming dengan segala murka
Kau bahkan laksana telaga
Meneduhkan, menyirami jiwa yang dahaga
Dirimu yang bagaikan baja
Dirimu yang bagaikan telaga
Membuat semua badai reda
Membuat rindu dan cinta, selalu ada
Kupersembahkan bagimu, pasangan sayapku
Dengan segala rindu dan cinta…
Filed under Cinta dan Puisi
Musim semi ini memang segar
Membuat bunga itu pun tampak indah
Kuning mudanya mengundang hati menyapa pagi
Meresapi embun kasih Illahi
Bagaimanapun indahnya sang bunga
Kasih senantiasa lebih indah
Lahir dari sifat Kekasih
Yang tumbuh selalu tanpa sang musim
Gadis kecil itupun tersenyum
Kepada bunga lambaiannya terayun
Kasihnya membelai pucuk-pucuk putih
Dia mengingatkanku kepada Sang Kekasih
by: Ismail Fahmi
Filed under Cinta dan Puisi
Bulan April, Ibu.
Petugas itu bilang padamu.
Aik akan diperiksa tidak hari ini.
Namun kau sudah kadung pergi.
Maafkan daku sayang,
Telah membuat pagi yang berharga terbang.
Percayalah ada selembar benang,
Membangun pikiran anak kita tersayang.
I love you
Without U
My love becomes yo.
by: Ismail Fahmi
Ps: gara-gara ayah salah kasih jadwal buat ke Thuiszorg, jadilah sebuah puisi
Filed under Cinta dan Puisi
Dik Agnes,
Bagai salju di musim semi,
diselimuti hangat sinar mentari pagi,
meleleh, menetes, membasahi,
tunas cinta di hati.
Seperti pertama kali menatapmu,
tujuh tahun yang lalu,
wajah cantik di balik kerudung,
hanya kagum yang kumampu.
I love you….
by: Ismail Fahmi
Ps: Salju memang sumber inspirasi. Puisi ketika salju turun tebal lagi.
Filed under Cinta dan Puisi, love, salju

Salju memang cantik. Apalagi salju yang tebal. Ketika mata memandang, gumpalannya yang menutupi seluruh jalan dan atap-atap rumah, membuat bibir ini mau tak mau harus bergumam “Subhanallah, indah sekali” Seperti hamparan permadani putih yang menawan. Ya, dia memang cantik ketika tebal. Tapi saat sudah mencair, hiii… jadi jijay bajay deh. Sekalipun begitu, bagiku dia tetap saja menawan. Karena ternyata, dia juga menjadi inspirasi bagi sebuah keromantisan. Keromantisan yang membuat cintaku bersemi lagi dan lagi…
Selengkapnya…
Filed under Cinta dan Puisi
Istriku kemarilah
Duduklah di depanku
Dengan tenang bernafaslah
Biarkan hatiku mengarungi
Hingga sejuk embun kurasakan
Ketika kaki batinku menyentuh
Samudera keikhlasanmu
Debur hasrat jiwamu Selengkapnya…
Menjadi sunyi
Di depan mata mungil bersinar
Yang memintamu penuh harap
“Bacakan aku cerita, Bunda”