Home » Diary Kesehatan

Just Like Day and Night

My heart stopped beating for a moment when I saw again how a scalpel cut the uterus, blood here and there, and the head of the baby who then appeared from the open womb. The bluish baby cried. The resuscitation team then made the baby warm and after several minutes, the bluish colour of the baby turned to pink. The baby came to the world, healthy. It was an amazing process.

Read More »

Review Buku: “Pilihan yang mematikan-Bagaimana gerakan anti vaksin mengancam kita semua”

‘Deadly Choices: How the Anti-Vaccine Movement Threatens Us All’ oleh Paul A. Offit, seorang professor pediatric dalam bidang penyakit infeksi, virology dan imunologi. Buku ini sangat recommended untuk para orangtua yang sedang bingung soal pro dan kontra imunisasi, untuk para dokter, dan juga siapapun yang berkecimpung dengan dunia kesehatan anak-anak. Sayangnya, buku ini berbahasa Inggris, baru terbit pula, jadi pasti masih sulit didapatkan di Indonesia. Berikut ini sedikit cuplikan isinya, semoga biar pun tidak bisa membaca bukunya, masih bisa mendapatkan gambaran dan mendapatkan manfaatnya. Buku ini membuat kita bisa melihat…

Read More »

Bahayanya Menolak Imunisasi

[Download e-book PDF] Beberapa minggu ke belakang, berkaitan dengan lagi ramenya outbreak diptheri campak dan juga anti imunisasi, banyak pertanyaan masuk ke Personal Message aku, menanyakan soal imunisasi ini. Alhasil dari pada bolak balik jawab, lebih baik aku tulis jadi sebuah artikel, sekalian aku belajar juga. Tadinya kepikir mau ditaro di koran, tapi aku udah agak-agak trauma menulis artikel di koran, selain ada alasan pribadi, tempat menulis terbatas banget, kadang isinya juga diedit suka-suka editor. Syukurlah ada blog, jadi lebih leluasa untuk mengekspresikan semua isi pikiran.

Read More »

Ibu, Agen Perubahan dalam Pola Makan

Sejak menonton Ade Rai yang bicara soal ‘Towards a strong and healthy Indonesia’ dalam Ted Indonesia disini, aku sangat termotivasi dan salut sama Ade Rai. Yang beliau omongin betul banget. Aku langsung teringat saat pulang ke Indo beberapa bulan lalu, aku sering ngurut dada, miris liat pola makan kebanyakan anak-anak di Indo yang banyak jajan ga sehat, kurang sayur dan buah, plus pola makannya juga kadang ga jelas. No wonder kalau sering jajan ga sehat, wong iklan di TV soal cemilan dan makanan ga sehat ini bertaburan di saat prime…

Read More »

Sunat Laki-Laki, pros dan cons

Beberapa waktu lalu aku dihubungi oleh radio Nederlands untuk diwawancara soal khitan pada laki-laki. Wawancaranya sih soal kesehatan, tapi aku jadi tertarik sama topik sekitarnya juga kan. Issue ini menjadi menarik karena sejak 2010, dokter-dokter di Belanda menentang praktek sunat pada laki-laki. Beritanya bisa dilihat disini dan disini

Read More »

Hasil Konsultasi GGD Malik

Hari kamis tanggal 10 Juli lalu giliran Malik yang ke GGD. Malik ditimbang dan diukur tingginya. Beratnya 24,5 kg dan tingginya 128,5 cm. Lalu juga ditanya soal imunisasi, tahun depan aik akan dapat imunisasi ulangan 2 kali. Biasa deh lalu aik ditanya, kamu di pesten ga, di sekolah gimana suka ga. Apa kamu suka mimpi buruk? Aik jawab,”Ya aku suka mimpi buruk kalo aku sakit.” Hehe inget dia. Terus si mevrouw nya liat Aik ngantuk. Aik ditanya jam berapa tidurnya. Aik jawab jam setengah sepuluh malem. Wah langsung deh mevrownya…

Read More »

GGD, Pos Yandu-nya Anak Besar

Kemarin adalah kali terakhir Lala pergi ke GGD, tempat ini semacam posyandu komplit untuk anak usia 4 tahun hingga remaja. Biasanya, setiap tahun ada panggilan dari GGD untuk tiap anak. Anak-anak ini akan diperiksa pertumbuhan berat badan-tinggi badannya apakah masih dalam batas normal atau tidak, imunisasinya lengkap atau tidak, ada keluhan mata atau tidak, bagaimana pola makannya, olahraga, dan juga orangtuanya akan ditanya ada kesulitan ga dalam mengasuhnya. Kalau ada masalah, akan dibuatkan janjian khusus atau dirujuk khusus ke tempat yang diperlukan.

Read More »

Komunikasi Dokter Gigi yang Oke

Pulang sekolah Malik ke dokter gigi. Aik udah bete di sekolah, bunda dateng pertanyaannya langsung gini,”Aik ga mau dicabut gigi!” katanya sambil merengut. “Ga dicabut koq Ik, kan kata dokternya cuma ditambal.” Sepanjang jalan Aik bete, pas nunggu di ruang tunggu juga masih bete dan ketakutan kalo dicabut. Pas giliran masuk, Aik nangis. Dokternya langsung bilang,”Kenapa kamu nangis?”

Read More »

Cabut Gigi M3

Seminggu lalu aku ke dokter gigi. Niatnya sih cuma mau lapor-lapor dulu karena di daerah gigi M3 (molar tiga) aku yang kiri sering bengkak gusinya. Saat itu gusiku juga masih agak-agak bengkak dikit. Sampe ruangan periksa, dokter langsung rontgen area gigiku kanan kiri. Habis itu eeh ndilalah lah koq dokternya bilang langsung suruh cabut saat itu juga. Haduuuh mati aku rek! Nggak ada persiapan fisik dan emosional blas! Aku kalo suruh ‘ngobok-ngobok’ sih mau, tapi giliran di obok-obok, walaah keringet dingin dan mules deh langsung.

Dokter gigiku menyuntikkan obat anastesi di daerah pangkal syaraf kayaknya, karena suntikannya jauh dari gigi. Tunggu punya tunggu, alamaak, kenapa tiba-tiba tenggorokanku berasa bengkak banget, kaya tersumbat dan mau pingsan! Duh rupanya obat anestesi itu bekerja sampai daerah tenggorokan. Jadi kebayang orang yang alergi obat terus saluran nafasnya bengkak dan tersumbat. Bener-bener bikin gelagepan deh. Pencabutan gigi M3 kalo ga salah termasuk operasi kecil, makanya anastesi nya agak-agak heboh begitu.

Read More »

Perempuan dan Infeksi Saluran Kencing

Perempuan memang rawan terkena cystitis (infeksi saluran kencing). Menurut penelitian, 1-3 wanita dari 10 wanita, setiap tahunnya mengalami cystitis. Bahkan, 1 dari 20 wanita, any time, mengalami cystitis tanpa gejala. Hanya 10 % saja yang gejalanya muncul. Ada juga perempuan yang sering sekali mengalami cystitis, biasanya disebut recurrent cystitis. Kenapa ya? Karena saluran uretra yang menghubungkan lubang kencing (uretra) dan kandung kencing milik perempuan lebih pendek dibandingkan laki-laki.

Alhasil, aku pun beberapa kali terkena penyakit yang satu ini. Pertama, dulu sekali aku sempat terkena honeymoon cystitis. Namanya saja honeymoon, apalagi kalau bukan cystitis yang kerap dialami pengantin baru. Kedua, waktu aku masih jadi s co-asisten di RSHS. Ketiga waktu aku sudah kerja di klinik. Nah, sekarang aku terkena lagi nih, berarti ini yang ke-empat kalinya. Hmm…apa karena aku jorok, kurang bersih-bersih? Oh, tidak lah yaw, masa sih aku jorok hehe. Dan ternyata poor hygiene tidak terbukti sebagai penyebab cystitis lho. Malah sebaliknya, terlalu sering bersih-bersih lah yang kerap menjadi penyebab. Koq bisa? Ya, karena dengan sering bersih-bersih memakai sabun pembersih malah bisa merubah keseimbangan flora normal di daerah genital. Selain itu, gosokan-gosokan yang terjadi saat bersih-bersih malah bisa menyebabkan kerusakan kulit di daerah genital. Akibatnya, apalagi kalau bukan si bakteri malah mudah berkembang biak.

Read More »