Home » Tulisan di Koran

Demam Bukan Musuh yang Harus Diperangi

Pikiran Rakyat, Minggu, 17 Oktober 2004

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1004/17/hikmah/lainnya02.htm

Demam pada anak sering menimbulkan fobia tersendiri bagi banyak orang tua. Keyakinan untuk segera menurunkan panas ketika anak demam sudah melekat erat di benak orangtua. Demam diidentikkan dengan penyakit, sehingga saat demam berhasil diturunkan, orangtua merasa lega karena menganggap penyakit akan segera pergi bersama turunnya panas badan.
Keinginan untuk menenangkan kegelisahan orang tua inilah yang terkadang “memaksa” dokter memberikan obat penurun panas walaupun sebenarnya mungkin tidak perlu. Selain itu tak dapat dipungkiri bahwa dokter yang gemar melakukan pengobatan “ala koki” (meminjam istilah Dr. Paul Zakaria da Gomez- ahli imunologi) masih kerap dijumpai. Seperti halnya makanan yang kurang manis ditambah gula, kurang asin ditambah garam, begitu pula pengobatan “ala koki” dilakukan. Apa pun penyebabnya, penderita panas badan langsung dicekoki obat penurun panas tanpa memastikannya terlebih dulu.

Read More »

Tujuh Jurus Ampuh Mengatasi Asma

Pikiran Rakyat: Minggu, 13 Juni 2003

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0604/13/hikmah/lainnya2.htm

“NGIK…ngik…ngik” nafas Malik tersengal-sengal, bicaranya pun putus-putus tak karuan. Pagi ini Malik terpaksa bolos sekolah lagi. Padahal ini hari pertama ujian kenaikan kelas. “Hmh ujian susulan lagi,” gerutu Malik dalam hati. Bundanya segera mengantar Malik ke rumah sakit dan Malik pun mendapatkan pengobatan. Berapa lama berselang sesaknya berkurang, dan bicara putus-putusnya tak lagi terdengar. Namun, anak lelaki yang baru berangkat remaja ini mulai berkeluh kesah, “Bu, kapan sih aku bisa sembuh. Aku malu bolos terus. Ujian susulan terus.” Ujarnya dengan kesal. Bundanya mencoba menjelaskan, “Sabar ya sayang, teman-teman dan gurumu pasti mengerti, kamu kan bolos karena sakit, kenapa harus malu?”

Malik tetap terlihat kesal,”Aku bosan, tiap ganti musim sesak, makan udang sesak, kecapekan sesak, kapan aku bebas dari semua ini bu?” sahut Malik sedikit berang.

“Baiklah nak, sebaiknya kamu tanyakan sendiri pada dokter sejelas-jelasnya dan ikuti sarannya, supaya kekesalanmu hilang dan sesakmu tidak lagi sering datang.” Timpal Bunda Malik menenangkan.

Read More »

Yuk “Mojok” di Pojok Baca

Pikiran Rakyat (Minggu, 23 Mei 2004)

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0504/23/hikmah/lainnya06.htm

mojokPRsmall.jpg

USAI salat magrib berjamaah dan mengaji, Pak Fahmi dan Bu Fahmi melangkah ke salah satu sudut di ruang tengah. Sembari duduk di atas karpet kecil warna-warni, mereka mengambil dan membaca beberapa buku dari rak buku. Kedua anak mereka yang masih bersekolah di sekolah dasar tampak heran melihat tingkah polah kedua orang tuanya. Belakangan ini, setelah selesai salat bersama, orang tua mereka selalu mojok di ruang itu sambil asyik membaca buku. Terkadang mereka membaca buku dalam hening, tak lama kemudian dengan suara keras, setelah itu tertawa bersama sambil menunjuk-nunjuk gambar. “Aneh, ada apa gerangan?” pikir mereka bingung. Rupanya Pak Fahmi dan Bu Fahmi sedang memasang strategi, dan mereka berhasil. Beberapa minggu berselang, kegiatan mojok sambil membaca tadi telah menjadi rutinitas yang menyenangkan bagi keluarga mereka.

Read More »

Bunda, dari Mana Aku Lahir?

Pikiran Rakyat, Minggu 9 Mei 2004

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0504/09/hikmah/lainnya01.htm

BundaPRsmall.jpg BundaPR2small.jpg

SEJAK pagi, Lala, si gadis kecil yang kritis dan ceriwis terlihat kesal.
Dari mulut mungilnya keluar ocehan kekesalan kepada tantenya. “Tante … Lala marah sama Bunda!” “Lho, kenapa, La?” tanya Tante Lala yang perutnya sedang membuncit karena hamil. “Lala cuma tanya, tapi Bunda nggak mau jawab. Katanya Lala masih terlalu kecil. Hmh Lala sebel sama Bunda! Padahal Lala kan umurnya 4 tahun Tante, sudah besar. Lala keseel banget!” “Memangnya Lala tanya apa La?” si tante kembali menyahut. “Lala tanya, kenapa perut Tante buncit. Kata Bunda, perut Tante ada adeknya, dulu perut Bunda juga buncit waktu Lala masih dalam perut Bunda. Terus Lala tanya lagi Tante, waktu Lala dalam perut, keluarnya lewat mana Bunda? Eh … Lala malah dimarahin Tante, disuruh diem, nggak boleh tanya-tanya lagi sama Bunda. Pokoknya Lala marah deh Tante!” jawab Lala sambil cemberut.

Read More »

Waspadai Penyakit TB paru, Seorang Penderita TB Dewasa Bisa Menulari Sepuluh Anak

Pikiran Rakyat, Minggu, 28 Maret 2004

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0304/28/hikmah/lainnya02.htm

RAMBUTNYA tampak kusam kemerahan. Matanya yang cekung menatap tanpa gairah. Tubuh kecil dan kurus membuatnya terlihat ringkih. Sesekali digunakannya lengan baju untuk mengusap ingus yang keluar. Batuk- batuk kecil pun kerap terdengar dari mulutnya. Anak lelaki itu berjalan lunglai, bersama seorang ibu yang menggandengnya.

Read More »

My Name is John Don’t

Pikiran Rakyat, Minggu, 14 Maret 2004

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0304/14/hikmah/lainnya4.htm

Alkisah, di negeri antah berantah, hiduplah seorang anak yang bernama John. Ibunya sering melarang apapun yang dilakukan John. Sedikit-sedikit, “John..don’t!”, sedikit-sedikit, “John..don’t!”. Akhirnya, setiap ada orang bertanya, “what’s your name?” Dia selalu menjawab, “my name is John Don’t”

Read More »

“Membaca Membuat Bayi Jadi Pintar Bicara”

Nakita, 16 Maret 2002, Rubrik Surat Ayah Ibu

inunnakitasmall.jpg

Sejak anakku Ainun berusia 4 bulan, aku selalu meluangkan waktu minimal 15-30 menit setiap hari untuk membacakannya buku. Biasanya ini dilakukan sambil menyusui. Di usia 9 bulan, saat Ainun sudah bisa bicara, dia sudah mulai minta dibacakan buku, “Baca…baca…” begitu katanya setiap melihat buku. Begitu juga jika minta ASI pasti akan diikuti dengan minta dibacakan buku.

Read More »