Resume acara:
Ceramah parenting online “Parental Control & Internet Social Networking for teens”
Bersama Adi Adinugroho-Horstman dengan Pembicara Tamu Dr. Merlyna Lim, Arizona State University, ahli di bidang internet/online networking di http://www.radioimsa.org/listen.m3u
Di jaman serba online, sekarang anak-anak remaja kerap mencari jati diri via online. Saat ini, bagi generasi yang usianya di bawah 20 tahun itu, mereka sudah terbiasa dengan tidak adanya privacy. Buat orangtua yang lahir di jaman kita, kita berhati-hati kalau mau narsis, tapi buat mereka enggak, dan semuanya jadi overacting, yang ga melakukan itu malah jadi minoritas. Menurut pengalaman bu Meryl, anak-anak remaja didikannya, setiap saat fesbukan melulu, mereka jadi bingung antara dunia online dan dunia betulan. Dampak dunia online pun kadang terbawa ke dunia nyata. Generasi sekarang = generasi narsis kata para ahli, norma berubah. Yang dianut sekarang katanya begini: untuk jadi orang sukses ya harus narsis dan overacting, padahal menurut generasi 30 tahun lalu semua itu ga bener.
Selengkapnya…
Dari sejak beberapa hari sebelum hari ulangtahunku, lala dan Malik udah heboh siapin hadiah. Kalo aku masuk kamar mereka, mereka terus teriak-teriak,”Bunda ga boleh masuk, bunda ga boleh liat!” Terus tiap habis makan malem juga mba lala atau Aik selalu bisik-bisik sama ayah,”Wes..wes..wes…wes…” Lala nempelin mulutnya ke telinga ayah sambil ngomong-ngomong sesuatu.” Sebelumnya, Lala selalu ingetin Malik,”Malik, kamu harus ajak ngomong Bunda, biar Bunda ga bisa denger omonganku ke ayah!” Gitu kira-kira artinya dalam bahasa Indonesia. Hihi bunda suka geli sendiri ngeliatnya.
Selengkapnya…
Getting older isn’t nice, is it? I’m always happy if someone said that I’m still like a teenager or a student. My heart always flies if my new friends were surprised and said “ What? Do you already have two big children? Are you kidding? You look so young!” I smiled gleefuly when I walked with my children, met with other people and they said,”Are they your nephew and niece?” Or even worse they would said,”Are they your brother and sister?” What? My children? Brother and sister? Oh come on, I’m not that young, they are my children, indeed! Even though I was a bit insulted but there was a pleasant feeling crept, deep in my heart.
Selengkapnya…
My friends have told me, the place that I want to pursue my dream is a very uncomfortable place. Knowing their experiences and hearing what they said, I can imagine how hard it is, to be there, as if I would come in to a tiger cage.
Can you imagine? Someone who wants to be there has to pay thousands or hundreds million rupiahs, but after that she or he has no more time left for their families even for themselves. Even worse, divorce rates, stressed, and depresion increase among the participants!
Selengkapnya…
Kapan hari sepulang sekolah, Malik, 8 tahun, tiba-tiba nggremeng sendiri sambil nyanyi-nyanyi, ngomong gini,”Ik heb seks met Liane, Ik heb seks met Liane.” What?! Langsung dong telinga ku berdiri dengernya. Waduh, anak gw mulai ngomong-ngomong soal ginian, pasti dari temen-temennya nih, mulai panik dong diriku, kuatir temen-temennya udah meracuni dia yang enggak-enggak. Aku yang ada di lantai dua sampe turun tangga dan mencoba mendengarkan lagi baik-baik takut aku salah denger. Tapi enggak tuh, Malik bener-bener ngomong gitu, dan aku tahu banget, Liane itu satu-satunya temen perempuan sekelas Aik yang dianggap temen sama Aik. Temen perempuan lainnya kata Aik bukan temen, bener-bener cuma Liane seorang. Jadi menurut Aik, temen Aik itu adalah temen laki-laki yang deket sama Aik (ada 10 orang) plus Liane, padahal ada 30 orang anak di kelas Aik.
Selengkapnya…
I woke up
You were not there
Didn’t know why
There was a pang
There was a frightening
There was a longing
In my heart
Couldn’t imagine
If you and me
have to be apart
I will miss you
I even miss you so
Now.
Diemen, 10 March 2010
When my beloved one, goes for a while.
“When mortals are alive, they worry about death. When they’re full, they worry about hunger. Theirs is the Great Uncertainty. But sages don’t consider the past. And they don’t worry about the future. Nor do they cling to the present. And from moment to moment they follow the Way.” ( Bodhidharma quotes)
Yesterday, I had a Grey day. Then, my husband sent me this quote and I was touched. It reminded me not to worry about the future and to enjoy the present time, moment to moment. I’m learning to live in the present time, moment to moment, but I never know that in fact it is just easy to say, very hard to do. My thoughts, my monkey minds, always grips me, like a tiger grasps its prey.
Selengkapnya…
Pulang sekolah Malik ke dokter gigi. Aik udah bete di sekolah, bunda dateng pertanyaannya langsung gini,”Aik ga mau dicabut gigi!” katanya sambil merengut. “Ga dicabut koq Ik, kan kata dokternya cuma ditambal.”
Sepanjang jalan Aik bete, pas nunggu di ruang tunggu juga masih bete dan ketakutan kalo dicabut. Pas giliran masuk, Aik nangis. Dokternya langsung bilang,”Kenapa kamu nangis?”
Selengkapnya…
Aku baru baca artikel menarik dari Michael Ray ‘Note for food photography blogger‘. Tulisan tentang Food Photography (FP) tuh buanyak banget. Aku akan kumpulin sumber-sumber bacaan bagus tentang FP dalam link di bawah. Tapi catatan dari Michael Ray ini padat dan berisi banget. Menurut dia, intinya kalau mau motret makanan itu begini:
Selengkapnya…
Pertama kali denger kata-kata oldig ini aku udah ndredek duluan alias gemeteran atau jiper deh gitu. Biasa, penyakit orang gaptek hehe. Tapi ya gitu karena butuh akhirnya minta diajarin sama suamiku. Untuk food photography kita ga terlalu banyak butuh oldig, paling-paling yang standar seperti : croping, naikin kontras, benerin white balance, kasih watermarkt, udah selesai. Tapi untuk foto pemandangan wah ga seru banget kalo ga diolah.
Jadi dalam olah digital foto itu, kita bisa pake macem-macem program, dulu aku pake GIMP karena gratis, yang paling terkenal dan kumplit tentu aja Photoshop. Setelah didownlodin sama suamiku kemaren aku seneng banget karena memang GIMP ga kumplit dan tutorial nya ga banyak, sementara kalo photoshop tutorialnya banyak banget di youtube.
Selengkapnya…
Aku ga pernah nyangka kalo motret itu ternyata asik. Berawal dari temen-temen di Groningen yang suka traveling, narsisan bareng-bareng dan hasil potretnya bagus-bagus, lalu aku mulai kenal sama kamera SLR (Single-Lens-Reflex). Tapi berhubung aku gaptek dan bahagia menjadi gaptek, teuteuup hehe, meski udah punya kamera SLR aku jarang banget menyentuhnya. Kalo lagi traveling, bagian motret ya urusan suamiku dan dia juga yang ngolah-ngolah hasilnya.
Lalu, datanglah kebutuhan itu, kebutuhan untuk bisa motret gara-gara aku pengen banget bisa motretin masakanku sebagus temen-temen dunia mayaku. Akhirnya aku mulai belajar tentang dunia potret memotret. Saat ini karena ada kebutuhan lain untuk ga cuma motret makanan, jadi aku semakin berusaha menggauli dunia fotografi dan digital imagingnya sebab aku masih pemula banget dalam hal ini.
Selengkapnya…
Aku adalah orang yang ‘panasan’, untungnya dalam hal yang positif ya. Jadi kalo liat ada orang lain bisa apa gitu, terus aku selalu mikir, hmm dia bisa masa sih aku ga bisa. Aku lalu termotivasi untuk belajar dan mencoba. Ga pengen jadi ahli banget gitu enggak, tapi yang penting aku bisa dan punya skill itu. Tapi hal ini hanya berlaku untuk yang aku suka aja ya, karena aku pernah coba merajut ternyata aku ga suka, motong rambut, aku juga ga suka dan jangan minta aku menjahit, aku paling ga suka!
Tapi kalau aku udah suka, ya gitu deh, panasan. Contohnya dulu banget pas baru awal-awal di Belanda, aku ga bisa cooking dan baking. Lalu aku belajar masak, kalo ini sih lebih karena kebutuhan ya, karena hidup di luar negeri kalo ga masak ya bakal kelaparan. Saat itu aku selalu tertantang untuk bikin masakan yang lebih susah dan susah lagi. Kalau ada event besar yang memaksa aku untuk masak, aku dengan senang hati mencobanya. Soalnya beda kan masak untuk sedikit orang dan banyak orang.
Selengkapnya…
“If you have set a rule, discussed it with your children and they have agreed, no more discussion!” Said Marlyn, the psychologist of Malik. “When they broke the rule, don’t argue a lot because children in your children’s age need your authority. I don’t say that there is no room for discussions, of course they also need discussions, but not for the rule that you have made. The story will be different if we talk about adolescent, we have to be more flexible, but again, in your children’s age they need disciplines,” Marlyn continued.
That was one of our conversation’s topic in our second meeting last Friday, when my husband and I came to the psychologist. Why we had to go to the psychologist, then? The story began when we met Malik’s teacher in November 2009, and he wondered whether my son like to go to school or not. He said that my son was easy to get angry, cranky, often looked sad at school and preferred to be alone. I was surprised to hear that because I also had the same problems at home, and it has been happening since 1,5 years ago. I noticed that indeed my son has changed his behaviors and it made me sad because lately, I argued a lot with him and I was often loose my patient. Before that, he was a sweet, cute, an easy going child and I had never got a a ‘bad story’ from his teacher as well. Every body liked him and I seldom had any problems with him.
Selengkapnya…