Aku selalu berkata, "Ismail Fahmi kau adalah anugrah terindah dalam hidupku". Ya, dia memang dikirim Tuhan buatku, untuk menjadi suami, pasangan hidupku. Dia merubah hidupku, membuatku mengenal dan merasakan apa itu cinta. Merengkuhku dalam kebahagiaan, kehangatan dan kasih sayangnya. Dia juga yang terkadang membawaku dalam kesedihan, tangis dan kekecewaan. Namun, seburuk apapun tangis yang dia hadirkan, bersamanya selalu indah, selalu bahagia. Buatku dia bukan hanya 'seorang' suami. Dia juga teman, sahabat, guru, anak, ayah, mac gyver, dan apalagi ya... mmm pokoknya dia bisa menjadi apapun, dia bisa menjadi segalanya buatku. Dia selalu ada dan selalu bisa menjadi apa saja, ketika aku membutuhkannya (kecuali waktu pisah deng). Pokoknya dia betul-betul my shoulder to cry on for every problem. Lebih indahnya lagi, karena dia lah lahir anugrah-anugrah indah yang lain, buah hatiku, Lala dan Malik.
Agnes, begitu teman-teman memanggil aku. Dulu, suamiku memanggilku 'dek Agnes'. Setelah menikah dia memanggilku 'mama', panggilan sayang katanya. Anak-anakku, selalu memanggil 'bunda'. Kadang-kadang anak lelakiku bilang 'mama tikus', 'mama kangguru' atau 'bunda kucing' kalau dia lagi manja dan pingin sayang-sayangan sama aku. Orangtua dan saudara-saudaraku di rumah menyapakuku 'tri' atau 'trinil'. Adekku dulu manggil aku 'mbak tri', tapi sejak dia kuliah dipanggilnya aku 'nes'. Waktu aku kerja dulu, pasien-pasien, asisten di klinik dan perawat di rumah sakit pada manggil aku 'dokter Agnes', mmm... gaya bener kan :-). Belakangan temen-temen di milis deGromiest ada yang suka nyapa 'bunda Agnes', dan ada trade mark khusus dari Buyung, aku lebih cocok dipanggil 'kak Agnes' katanya. Wuah banyak juga ya sebutan buatku. Tapi yang jelas, namaku adalah Agnes Tri Harjaningrum.
I go to the hills when my heart is lonely
I know I will hear what I’ve heard before
My heart will be blessed with the sound of music
And I’ll sing once more
Maria: “I can’t seem to stop singing whatever I am! And whats worse, I can’t seem to stop saying things-anything and everything I think and feel!
“Sound of music”, aku suka film ini. Mengingatkanku ketika kegelisahan itu muncul dalam benakku. Kegelisahan yang sama dengan Maria ketika dia merasa berbeda dari teman-temannya di biara, ketika dia selalu ingin bernyanyi, dan tak bisa berhenti berbicara. Suatu hal yang tabu dilakukan oleh seorang wanita calon biarawati.
Kegelisahan yang sama?...ya kegelisahan yang membuat aku merasa berbeda dari para ibu pada umumnya. Aku sangat-sangat bersyukur ketika Allah memberiku bayi mungil yang terlahir dari rahimku. Rasa mulas yang sakitnya luar biasa saat hendak melahirkan, sirna sudah ketika bayi itu lahir.
Aku nikmati peran sebagai ibu dengan segala rasa syukur yang ada. Tidur tak lelap karena harus menyusui dan mengganti popok bayiku di tengah malam, rasa sakit ketika payudara bengkak-bengkak di awal menyusui pun aku nikmati dengan segala rasa suka. Sempat terbersit dalam batin untuk tidak saja cuti kerja, tapi juga berhenti. Ingin rasanya mencurahkan seluruh hidupku untuk bayi mungil ini. Setiap hari kumandikan dia, kutimang-timang, kunyanyikan lagu merdu dan kubacakan buku untuknya.
Fakultas Kedokteran Unpad angkatan 1993. Seneng deh jadi angkatan ini, lumayan kompak dengan Uweng sebagai ketua angkatan. Di sini aku mulai gaul, aktif berorganisasi baik di Asy-syifa, senat maupun di Karisma Salman. Aku keranjingan jadi aktifis sampe waktu jadi koordinator dana buat Seminar Nasional tentang makanan halal, aku bela-belain 'curi' mobil bapak bolak-balik ke Jakarta. Pernah sampe jam 2 malem baru pulang trus nginep di rumah temen. Pengalaman yang berkesan banget ya itu waktu cari dana ke kedubes Brunei. Aku berempat sama hermin, rio dan butir kalo nggak salah. Udah diusir suruh pulang, nggak taunya sampe tempat parkir ada panggilan di halo-halo gitu kami suruh balik lagi. Ternyata mereka ngumpulin uang spontan dari pegawai-pegawai semua plus wadubesnya. Alhasil kami dapat duit sekitar berapa ya 1 jutaan gitu kali. Waah seneng n puas banget, lucu dan seru abis deh pokoknya.