Tips Agar Anak Aman bersosial-networking

Resume acara:

Ceramah parenting online “Parental Control & Internet Social Networking for teens”

Bersama Adi Adinugroho-Horstman dengan Pembicara Tamu Dr. Merlyna Lim, Arizona State University, ahli di bidang internet/online networking di http://www.radioimsa.org/listen.m3u

Di jaman serba online, sekarang anak-anak remaja kerap mencari jati diri via online. Saat ini, bagi generasi yang usianya di bawah 20 tahun itu, mereka sudah terbiasa dengan tidak adanya privacy. Buat orangtua yang lahir di jaman kita, kita berhati-hati kalau mau narsis, tapi buat mereka enggak, dan semuanya jadi overacting, yang ga melakukan itu malah jadi minoritas. Menurut pengalaman bu Meryl, anak-anak remaja didikannya, setiap saat fesbukan melulu, mereka jadi bingung antara dunia online dan dunia betulan. Dampak dunia online pun kadang terbawa ke dunia nyata. Generasi sekarang = generasi narsis kata para ahli, norma berubah. Yang dianut sekarang katanya begini: untuk jadi orang sukses ya harus narsis dan overacting, padahal menurut generasi 30 tahun lalu semua itu ga bener.

Sejak adanya blog, muncul seleb online yang muncul tiba-tiba, dan kebanyakan dari mereka adalah orang dewasa. Mereka menulis tentang diri mereka sendiri, bahkan memanipulasi sehingga tampak hebat. Tapi ternyata orang-orang ini jadi besar dan ‘dianggap’, padahal kita ga pernah tau bener apa enggak yang mereka tulis. Dan ternyata mereka-mereka ini dijadikan roll model oleh  anak muda jaman sekarang. Karena itu narsis dan overacting malah seperti jadi keharusan. Padahal bagaimanapun fakta lebih penting, ga usah narsis deh, lebih baik humble aja, mendingan itu yang ditanamkan ke anak.

Tips bagi orangtua agar anak aman ber-sosial networking:

  • Smart phone sering luput dari perhatian orangtua. Dari sebuah survey tampak bahwa , umumnya orangtua sudah berhati-hati terhadap internet, dan website, tapi soal smartphone sering luput, padahal gambar-gambar porno sering muncul dari cell phone. Jadi be aware juga terhadap cell phone.
  • Sedini mungkin ketika anak sudah bisa menerima konsep abstract, karena mereka lahir di dunia digital dan ada pergeseran norma,  dari usia mereka boleh pake cellphone/internet ajarkan mana privacy, mana yang baik dan buruk.
  • Beritahu ke anak hal privat yang tidak boleh dishare: alamat, telpon, tanggal lahir dan lain-lain.
  • Ajarkan agar anak untuk screening posting, hanya memposting info yang nyaman dilihat orang.
  • Diskusikan tentang sexual content, dan bahayanya, semakin banyak pembicaraan semakin baik.
  • Beritahukan dampak negatif dan konsekwensi dari apa yang kita lakukan, misalnya sekali posting selamanya akan tersimpan di komputer meski sudah terhapus, masih bisa ada di komputer orang lain.
  • Pasang filter, yang programnya bisa dibeli dengan harga murah.
  • Orangtua jangan gaptek, harus uptodate, tahu gadget dan terlibat dengan dunia sosial anak tapi bukan berarti intruding, hanya untuk memonitor materi-materi yang menyeramkan.
  • Yang paling penting dan menjadi fokus utama dalam parental control ini adalah komunikasi! Komunikasi anak dan orangtua harus dijalin harmonis supaya anak mau cerita apa aja ke orangtua.

You May Also Like

About the Author: Agnes