Tips Traveling Seru dan Puas Keliling Maroko dengan Menyetir Mobil Sendiri

Traveling ke Maroko itu seperti membeli makanan paket komplit dan kombo, semua ada dan cantik-cantik pula, yang pastinya akan mengenyangkan dan memuaskan jiwa dahaga para traveler. Mulai dari pantai, gunung, padang pasir, desa-desa tua yang instagramable, bangunan bersejarah, tempat shooting film, plus 99% penduduknya muslim pula, jadi gampang banget cari masjid dan makanan halal. Top paket kumplitnya. Belum lagi kemudahan pergi kesana yang tidak perlu visa, dan juga kemudahan sewa dan setir mobil sendiri tanpa perlu SIM internasional, ditambah jalanan Maroko yang bagus banget, dan internet yang memuaskan, jadinya bagi yang hobi traveling dan hobi nyetir di tempat baru, sayang banget kalau melewatkan kesempatan paket komplit yang jarang dijumpai di negara lain ini.

Masalah biaya, tentu saja relatif, tapi hitung punya hitung, bagi saya tetap lebih murah arrange travel sendiri dibanding ikut tour, termasuk didalamnya sudah dihitung juga paket yang wajib ikut tour seperti tour 4×4 di Sahara dan tour keliling Fez. Kelebihan lainnya adalah, kita bisa menentukan mau berapa lama di satu tempat, mau kapan berhenti di satu spot yang indah, tanpa perlu merasa tidak enak sama yang lain atau sama tour nya. Tapi tentu saja bagi yang tidak mau ribet dan tidak punya banyak waktu, ikut tour kadang juga lebih menguntungkan, masing-masing ada plus minusnya.

Berikut ini adalah tips dan trick bagi yang mau traveling keliling maroko dengan menyetir mobil sendiri. Kalau pergi berempat, yang pasti harus ada dua yang bisa menyetir. Kalau pergi berdua saja, asal dua-duanya bisa menyetir, kemungkinan masih menguntungkan dari segi kenyamanan, dari segi biaya mungkin masih harus dihitung detil.

1.Tentukan tanggal keberangkatan, kalau mau puas minimal 10 hari, kalau bisa 14 hari akan lebih puas lagi pastinya.

2.Booking tiket pesawat. Buat yang dari Indonesia, tiket pesawat memang biaya yang paling mahal, karena Africa jauh ya bok, bisa 21 jam sendiri di pesawat. Tapi karena biaya hidup disana relative lebih murah, total-total jatuhnya biaya 10 hari di Maroko akan sama saja dengan biaya ke jepang 10 hari (walaupun tiket pesawat ke Jepang lebih murah, tapi biaya tiket Japan Rail Pass nya mahal banget, makanan dan tempat menginap juga lebih mahal di Jepang). Tipsnya adalah pilih jalur Jakarta-Kuala Lumpur (KL) PP dan KL-Casablanca PP. Karena harga lumayan jauh berbeda kalau misal kita pesan KL-Casablanca perginya dan pulangnya Marakesh-KL, misalnya. Perbedaan bermakna juga terjadi kalau kita pesan tiket Jakarta-Casablanca. Jauh lebih murah kalau kita ambil tiket yang Jakarta-KL lalu KL-Casablanca. Bedanya satu orang bisa 8 juta sendiri.

3.Tips penting lainnya, jangan sampai salah pesan jam dan tanggal pesawat, harus cross cek berulang-ulang, karena kalau salah tanggal dan hangus, nangis Bombay lah pastinya. Perhatikan bahwa biasanya pesawat ke Casablanca berangkat sekitar jam 2 an pagi, which is adalah hari berikutnya, bukan hari ini. Harus juga kasih jeda minimal 4 jam setelah sampai di KL sebelum naik pesawat ke Casablanca, karena harus ada waktu kita menunggu ambil bagasi, pindah terminal 1 ke 2, lalu keluar masuk imigrasi dan cek in lagi.

4.Tentukan itinerary, mau kemana saja. Kalau mau paket komplit dan cukup memuaskan, contohnya jalur yang kami pilih: Casablanca-Rabat- (Tangier harusnya, tapi kami skip karena waktu kurang)-Chefchaouen-Fez (sebelumnya mampir ke Meknes, Volubilis dan Moulay Idris seharian)-Merzouga-Ourzazate( di perjalanan melewati Todra Gorges yang indah)-Ait Ben Haddou-Marakesh (pemandangan indah banget, jangan lupa nikmati pegunungan Tizi and Tichka)-Essaouira-kembali ke Casablanca. Saran lama setiap tempat adalah seperti berikut:
-Casablanca: 1 malam, yang wajib kunjung: Hasan II mosque
-Casablanca-Rabat-Chefchaouen: perjalanan sekitar 5 sampai 6 jam dengan mampir dulu di Rabbat sekira 1 atau 2 jam, bisa ke Rue Soekarno dan Hasan Tower.
-Kalau punya waktu lebih lama jalurnya bisa Casablanca-Rabat-Tangier, menginap di Tangier.
-Chefchaouen: 1 hari, mengeksplore wilayah ini paling bagus dari siang setelah matahari turun ke malam hari, setengah hari sudah cukup puas karena desanya kecil. Jangan datang ke tempat ini di malam hari lalu besoknya pergi lagi, sayang banget, karena tidak akan terlihat kota dengan lautan biru dengan pernak pernik cantik disana sini.
-Chefchaouen-Fez: perjalanan 3,5 jam, luangkan seharian untuk mampir ke: Meknes, Moulay Idris dan Volubilis.
-Fez: dua malam. Satu hari full mengikuti tour travel keliling old Medina, satu hari lagi di Meknes, Moulay Idris dan volubilis. Sebetulnya kalau mau jalan sendiri di Fez tanpa tour juga bisa, asal siap menikmati tersesat di labirin old Medina nya. Habis itu tinggal tanya orang jalan keluarnya.
-Fez-Merzouga: 8 hingga 9 jam perjalanan dengan berhenti di spot-spot cantik, sampai di Merzouga sudah menjelang malam.
-Merzouga: 2 malam, semalam di hotel, satu malam di camp desert. Pagi sebelum ke camp naik onta di sore harinya, ikut tour 4×4 melihat music Gnawa di Khamlia village, lihat fossil, kebun kurma, dan suasana sekitar padang pasir serta off road padang pasir.
-Merzouga-Ourzazate: menginap semalam di Ourzazate atau Ait Ben Haddou
-Ait Ben Haddou-Marakesh: di sepanjang jalan pemandangan sangat indah jadi pasti banyak berhenti.
-Marakesh: Kalau mau belanja dan lihat Jema El-Fnaa saja cukup 1 hari
-Essaouira: bagusnya menginap 1 malam juga
-Marakesh-Essaouira: 3 jam, Essaouira-Casablanca: 5 jam

5.Pilih penginapan sesuai itinerary diatas. DI Maroko ini yang disediakan biasanya Riad semacam guesthouse. Mulai Riad yang murah sampai mahal ada. Enaknya di Riad, kita bisa merasakan tempat tinggal orang Maroko yang bangunannya sudah berabad-abad dengan hiasan cantik semarak khas Maroko. Pilihlah rating yang paling bagus dan sesuai budget masing-masing.

6.Sewa mobil sejak di Indonesia, tanggal sesuai itinerary yang kita buat. Bisa sewa dari link berikut dengan pilihan mobil dan harga sudah tersedia www.economycarrentals.com Tinggal pilih lokasi tempat pengambilan mobil (kami di Sultan Mohamed V airport) dan dikembalikan ke tempat yang sama. Harga cukup jauh berbeda signifikan akan lebih murah jika diambil dan dikembalikan di tempat yang sama, dibandingkan dengan ambil di Casablanca lalu dikembalikan ke Marakesh misalnya. Pilih juga jenis mobil, ada AC atau tidak, jumlah bagasi dan pintu. Ada yang bayar saat di lokasi, ada juga yang DP dulu. Harga sewa mobil terbilang murah bahkan dibandingkan Indonesia, ada mobil yang bisa disewa 300 ribu rupiah per hari bahkan. Untuk bensin, harga per liter lebih mahal sedikit dibandingkan di Indonesia, tapi kalau pergi minimal 3 orang, harganya lebih murah ketimbang naik transportasi biasa yang cukup sulit dan rempong bawa barang. Biaya yang mahal adalah biasa asuransi mobilnya, harganya bisa sama dengan harga sewa mobil per hari. Kalau mau murah banget dan yakin aman ya ga usah pakai asuransi aja, cukup pakai doa hehe.

7.Setelah dapat mobil, pasang waze, karena google map tidak bekerja di Maroko. Sebelumnya jangan lupa beli nomer HP baru dulu di Maroko supaya dapat internet, bisa beli di airport. Lalu luangkan waktu beberapa menit untuk bolak balik latihan setir kanan dan latihan mobil manual, karena di Maroko setirnya setir kanan dan sewa mobil semua manual. Kuncinya adalah harus ‘dzikir’ terus ‘kanan, kanan, kanan’ supaya saat lagi nyetir ga tetiba nyelonong pakai jalur kiri.

8.Kunci lainnya untuk menyetir mobil adalah pede dan berani aja dan selalu ikuti rambu-rambu lalu lintas. Setiap memasuki suatu desa atau kota baru di Maroko akan banyak sekali ada rambu-rambu kecepatan 20,40,atau 60. Banyak polisi sembunyi di daerah-daerah ini, jadi kalau disuruh kecepatan 20 ikutin, kalau enggak siap-siap kena tilang. Bisa kena 150 sampai 700 dirham tergantung kesalahan. Lalu kalau mau menyalip ikutin juga rambu-rambu, putus-putus artinya boleh nyalip, kalau lurus artinya ga boleh. Polisi akan tiba-tiba muncul jadi hati-hatilah, suami saya kena 400 dirham gara-gara menyalip di jalan yang ada garis lurus. Dipikirnya di gunung sudah mau maghrib, ga ada polisi, eh ternyata tetiba nongol tuh polisi. Jalanan di Maroko bagus banget dan tidak sepadat di Indonesia kecuali di Marakesh. Supir-supirnya juga baik-baik jarang yang ugal-ugalan macam supir bus atau truck di Indonesia, jadi kalau yang sudah pernah nyetir di pantura dan Jakarta, pasti sakses nyetir di Maroko.

9.Makanan di Maroko hampir semuanya halal karena 99 persen muslim penduduknya, jadi ini sesuatu kelebihan banget mau makan apa aja bebas. Tapi jangan salah, karena pilihan makanan di Maroko termasuk terbatas dibanding makanan Indonesia yang kaya rupa, setelah hari ke-5 dijamin mblenger Tajin dan Kuskus. Makanan khas Maroko itu Tajin, makanan yang dimasak pake clay pot bertutup segitiga itu, isinya bisa daging kambing, ayam , sapi, telur dengan tomat, atau keju, ikan dan macem-macem. Awalnya sih enak, lama-lama mblenger. Di Maroko makanan utama adalah roti dan kuskus, jadi jangan harap bertemu nasi. Kalau sudah mblenger, sebetulnya tinggal googling Asian food atau Asian restaurant aja di google. Di Fez ada restaurant Thailand, di Marakesh ada resto Indonesia satu-satunya di Maroko milik Chef Andi. Di Essaouira ada seafood yang kita bisa pilih sendiri jenis ikannya dan langsung dibakar, enak, seger dan relative murah harganya. Di kota-kota besar seperti Casablanca, dan Marakesh ada McDonald dan KFC, walaupun tidak ada nasi, tapi lumayanlah mengobati kebosanan akan Tajin dan kuskus hehe. Yang tidak boleh dilewatkan adalah jus jeruk peras Maroko, asli enak banget seger dan manis tanpa gula, slruup. Untuk oleh-oleh makanan ringan, disini tidak sebanyak di Turki yang ada Turki delight enak-enak. Saya baru ketemu oleh-oleh makanan yang dikemas apik asli Maroko sewaktu di airport, terdiri dari coklat berisi kacang-kacangan Maroko, kue-kue manis dan juga kurma isi kacang. Mirip sama yang di Dubai jadi tidak terlalu special.

10.Uang di Maroko memakai dirham Maroko. Satu dirham Maroko sekitar 1500 rupiah saat ini. Kalau mau tukar uang di Indonesia agak sulit, harus janjian dulu sama money changer seminggu sebelumnya, kalau dadakan dijamin ga gapat. Jadinya kami waktu itu beli dolar dulu dan diganti ke Dirham Maroko di airport Casablanca. Pilihlah money changer yang paling jauh dari pengambilan bagasi karena ternyata bedanya cukup bermakna. Selama di Maroko lebih enak pakai cash, karena yang terima kartu kredit palingan Riad besar atau restaurant besar. Sediakan juga receh dirham jika tiba-tiba butuh kasih tips untuk yang angkat koper atau penunjuk jalan dan juga untuk bayar tol.

11.Bahasa. Di Maroko Bahasa yang digunakan adalah Arab dan Prancis, hanya di tempat-tempat turis kita bertemu orang yang bisa berbahasa Inggris. Tapi jangan kuatir, petunjuk jalan cukup jelas bisa dibaca, waze juga pakai Bahasa Inggris, dan kalau bingung-bingung tinggal pakai Bahasa Tarzan. Pernah waktu saya makan di sebuah café di sebuah mall di Casablanca, pelayannya sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris. Dia ngomong Bahasa Prancis, saya tahunya Cuma Je m’appele Agnes, sava bien, bonjour, merci boku. Akhirnya waktu nanya ini menu apa dan pelayannya tidak bisa menjelaskan, si pelayan gugling gambar nya lalu menunjukan detil isinya. Bahasa Tarzan? It works hehe. Oya, begitu kita ketemu orang yang bisa Bahasa Inggris, mengobrollah dengannya sebanyak kita bisa, karena kadang akan keluar cerita-cerita unik dan seru atau saran-saran yang tidak akan kita temukan di tempat lain.

12.Banyak review bilang di beberapa tempat di Maroko banyak orang yang memaksa atau mengganggu terutama di tempat turis, juga copet dan pengemis. Tapi percayalah, buat kita yang tinggal di Indonesia, itu semua ga ada apa-apanya. Mereka sebetulnya ramah-ramah, kalau pun ada yang memaksa, mungkin memang karena betul-betul miskin dan butuh. Selama perjalanan kami hanya menemukan 1 orang yang betul-betul maksa membeli batu kerajinan sewaktu berhenti di Tizi and Tichka. Dia bahkan memegangi pintu mobil supaya tidak bisa ditutup. Dia bilang, please beli lah untuk makan anak saya, berkali-kali. Dia minta dibeli barangnya 50 dirham, akhirnya kami kasih 20 dirham gratis dia pergi. Selebihnya aman-aman saja. Kita tinggal bilang Laa, syukron atau No, Thankyou sambil berlalu. Apalagi melihat kami yang muslim, mereka tampak senang dan lebih bersahabat. Saya percaya sih, kehidupan kita itu seperti cermin, kalau kita masih banyak dijahatin orang, artinya mungkin kita masih sering jahat sama orang. Tapi kalau dalam keseharian kita baik, cermin itu jugalah yang akan kita dapat. Jadi yakin aja, Allah akan selalu menjaga orang-orang yang baik, jadi berbuat baik aja terus, pasti dimana-mana kita akan selalu dijaga dan akan dipertemukan juga dengan orang-orang baik. So…don’t worry too much.

13.Belanja. Di Maroko tidak seperti Jepang dimana kita kalap mulai dari baju sampai printilan barang sehari-hari lucu-lucu banget ingin dibeli, oleh-oleh makanan juga banyak banget enak-enak asal tahu yang halal. Kalau di Maroko palingan kita belanja oleh-oleh souvenir seperti tas kulit yang memang lumayan murah, ganci, snowball, sandal selop aladin, pembatas buku, tempelan kulkas, dan yang tidak boleh ketinggalan kaftan sama baju koko untuk laki-laki. Kaftan nya yang unik namanya jelabah, ada hoodienya gitu. Baju kokonya modelnya dari kaos halus banget dengan renda di lengan dan leher, sepertinya belum musim di Indonesia. Belanja paling enak dan banyak pilihan adalah di old Medina Fez dan Marakesh. Kalau di Marakesh tipsnya adalah menawar setengah harga, wajib banget menawar kalau di Marakesh ini. Oya kalau mau foto-foto di Maroko ini harus ijin dulu ya..kadang kalau ga ijin ada juga sih yang oke-oke saja, tapi ada juga yang protes, “No kamu ga boleh foto-foto di tempat saya kalau ga beli.” Tapi pengalaman saya setiap ijin selalu dikasih tuh, alhamdulillah.

14.Siap-siap dengan kejutan, harus selalu menyisihkan budget 10 hingga 20 persen dari total. Salah satu keindahan dari traveling adalah menerima kejutan disana-sini. Kadang memang tidak menyenangkan, bikin bad mood dan berantem bahkan. Tapi tergantung kita memandang. Kalau kita selalu menikmati momennya bahwa selalu ada keseimbangan di dunia ini, ketika dapat kejutan yang ga enak pun kita tetap bisa menikmatinya. Setiap traveling kami tidak pernah tidak, pasti akan dapat kejutan-kejutan ini. Kalau di Maroko ini lebih ke dalam bentuk biaya tak terduga, seperti dua kali kena tilang pak polisi, salah sudah terlanjur pesan hotel, padahal itinerary berubah, dan hotel tidak bisa dicancel, terlanjur pesan GPS saking kuatir tersesat, padahal waze aja cukup dan biaya sewa GPS lumayan banget, salah masuk restaurant, kami dengarnya sekian dirham, tahu-tahu pake Euro dan melongo hehe. Yang paling menyesakkan adalah salah tanggal beli tiket pulang dari KL ke Jakarta, jadinya tiketnya hangus dan terpaksa beli lagi, nyesek kalau mau dibikin nyesek. Tapi ya begitulah namanya traveling selalu ada kejutan. Kalau tetap dinikmati semua bisa jadi ajang pembelajaran untuk selalu ikhlas dan sabar, tanpa perlu membuang energi negatif marah-marah atau mencari siapa yang salah. Yang penting segera cari solusi dan yakinlah, kejutan dari Allah itu selalu sesuai kemampuan hambaNya.

Sudah banyak banget ya tipsnya, semoga membantu buat yang mau melihat bumi Allah yang indah di Maroko. Maroko indah banget, kalau waktu pendek, pergilah ke tempat-tempat yang paling highlight, kalau punya waktu lebih lama bisa ikuti itinerary ini, ditambah kota-kota lainnya, dijamin seru dan terkagum-kagum dengan keberagaman ciptaan Tuhan di Maroko, yang harusnya bisa membuat manusia lebih terbuka hati dan pikirannya.

You May Also Like

About the Author: Agnes