READ MORE >>   Tulisan di Koran

Pikiran Rakyat, Minggu, 12 Maret 2005

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0305/13/hikmah/lain04.htm

“IH, sudah besar kok masih ngompol!” Begitu ucapan yang sering terdengar untuk mengolok-ngolok anak besar yang masih suka ngompol. Orang tua kerap bingung menghadapi permasalahan ini. Akhirnya membiarkan saja keluhan tersebut. Sebagian besar kasus, ngompol pada anak dapat sembuh dengan sendirinya ketika usia anak mencapai 10 – 15 tahun. Hanya sekira 1 dari 100 anak yang masih tetap ngompol setelah usia 15 tahun. Bila diabaikan, hal ini akan berpengaruh bagi anak. Biasanya, anak menjadi tak percaya diri, rendah diri, malu, dan hubungan sosial dengan teman-temannya pun terganggu.Dalam dunia kedokteran, ngompol-tidak dapat menahan keluarnya air kencing-dikenal dengan istilah enuresis. Lebih khusus lagi, ngompol yang terjadi ketika tidur pada malam hari biasa disebut nocturnal enuresis. Ngompol masih dianggap normal bila terjadi pada anak balita. Namun, jika anak di atas usia 5 atau 6 tahun masih ngompol, setidaknya 2 kali dalam sebulan, hal ini perlu mendapat perhatian khusus.

Enuresis digolongkan dalam 2 bagian, primer dan sekunder. Anak yang sejak lahir hingga usia 5 atau 6 tahun masih ngompol, dimasukkan dalam kriteria enuresis primer. Tapi bila si anak pernah ‘kering’ selama setidaknya 6 bulan, lantas mendadak ngompol kembali, berarti anak tersebut dikelompokkan dalam enuresis sekunder.

Enuresis sekunder biasanya terjadi ketika anak tiba-tiba mengalami stres kejiwaan, seperti pelecehan seksual, kematian dalam keluarga, kepindahan, mendapat adik baru, perceraian orang tua atau masalah psikis lainnya. Selain itu, kondisi fisik yang terganggu-seperti adanya infeksi saluran kencing, kencing manis, susah buang air besar, dan alergi-juga dapat menyebabkan enuresis sekunder.

Langkah awal yang harus diambil dalam mengatasi enuresis sekunder adalah dengan mengenali perubahan-perubahan mendadak yang terjadi dalam kehidupan anak. Bila anak mengalami stres kejiwaan, penanganan secara psikologis lebih dibutuhkan..

Penyebab

Enuresis primer lebih banyak terjadi dari pada enuresis sekunder. Para ahli belum mengetahui secara pasti apa penyebab utama enuresis primer. Beberapa faktor diduga sebagai ‘biang kerok’nya. Keterlambatan matangnya fungsi susunan syaraf pusat (SSP) disebut-sebut sebagai penyebab utama enuresis primer. Faktor genetik, gangguan tidur, kurangnya kadar antidiuretic hormon (ADH) dalam tubuh, ataupun kelainan anatomi juga diduga turut andil sebagai penyebab.

Pada anak normal, ketika kandung kencing sudah penuh oleh air kencing (urine), sistem syaraf di kandung kencingnya akan melapor kepada otak. Kemudian, si otak akan mengirim pesan balik ke kandung kencing. Otak akan meminta kandung kencing untuk menahan pengeluaran air kencing, sampai si anak betul-betul sudah siap di toilet. Tetapi pada anak dengan keterlambatan matangnya SSP, proses ini tidak terjadi, sehingga saat kandung kencingnya penuh, anak tidak dapat menahan keluarnya air kencing tersebut.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa enuresis primer bisa terjadi akibat faktor keturunan. Bila kedua orang tua mempunyai riwayat enuresis, maka 77% kemungkinan anak mereka akan mengalami hal yang sama. Jika hanya salah satu orang tua yang pernah mengalami enuresis, maka terdapat sekira 44% kemungkinan anak akan terpengaruh. Tetapi, kalau tidak ada satu pun orang tua yang pernah mengalami enuresis, maka kemungkinan anak terkena enuresis hanya 15% saja.

Enuresis primer yang disebabkan gangguan tidur biasanya terjadi lantaran penderita mengalami tidur yang sangat dalam (deep sleep). Pola tidur penderita pada umumnya normal. Tapi akibat tidur yang sangat dalam tersebut, mereka tidak bisa terbangun ketika ingin buang air kencing. Kelainan anatomi, seperti kecilnya ukuran kandung kencing, biasanya jarang ditemukan pada penderita enuresis primer. Kalaupun ada, umumnya disertai dengan gejala-gejala yang juga tampak pada siang hari.

Mengenai antidiuretic hormone (ADH), hormon ini akan menyebabkan tubuh seseorang memproduksi sedikit air kencing pada malam hari. Namun pada penderita enuresis primer, tubuhnya tidak dapat membuat ADH dalam jumlah yang mencukupi. Akibatnya, ketika sedang tidur, tubuh mereka menghasilkan air kencing yang jumlahnya terlalu banyak. Karena itulah anak menjadi ngompol.

Diagnosis

Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, biasanya dokter akan bertanya mengenai riwayat kesehatan penderita, seperti keluhan-keluhan yang muncul, penyakit yang diderita sebelumnya, penyakit yang dimiliki keluarga, riwayat alergi, dan obat-obatan yang sedang diminum.

Selain itu, dokter akan bertanya tentang pola buang air besar, dan keluhan ketika buang air kencing, misalnya kencing tak lampias, atau nyeri sewaktu kencing. Sering kali, dokter juga bertanya tentang permasalahan yang sedang terjadi di rumah atau di sekolah untuk menentukan tipe enuresis. Setelah riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik dilakukan, pada umumnya dokter akan melakukan tes urine. .

Penanganan

Dampak secara sosial dan kejiwaan yang ditimbulkan akibat enuresis sungguh mengganggu kehidupan seorang anak. Karena itu, pengobatan terutama bertujuan agar dampak-dampak tersebut bisa lenyap dari kehidupannya. Pengobatan juga diharapkan akan dapat menghilangkan penyebab utama enuresis.

Penanganan enuresis dibagi dalam 2 katagori: tanpa obat (nonpharmacologic) dan menggunakan obat-obatan (pharmacologic). Obat-obatan hanya diberikan pada anak di atas 7 tahun. Itupun dengan catatan, bila penanganan tanpa obat tidak berhasil dilakukan. Catatan sehari-hari (diary) tentang ngompol atau tidaknya si anak juga sangat diperlukan untuk menunjang proses pengobatan.

Pilihan penanganan enuresis tanpa obat bisa dilakukan lewat terapi motivasi (motivational therapy), terapi menggunakan alarm (behaviour modification), latihan untuk menahan keluarnya air kencing (bladder-training exercise), terapi kejiwaan (psychotherapy), terapi melalui makanan (diet therapy) dan terapi hipnotis (hypnotherapi).

Motivational therapy dilakukan dengan memberikan hadiah (reward system) untuk memotivasi anak agar tidak ngompol. Umumnya dipakai memakai kartu dan catatan harian (diary) untuk mencatat hasil yang telah dicapai si anak. Bila dalam 3 hingga 6 bulan, cara ini gagal, maka sebaiknya dipilih metoda lainnya.

Behaviour modification merupakan cara yang memiliki tingkat keberhasilan cukup tinggi, mencapai 50%-70%. Sukses ini terutama terjadi pada anak-anak besar yang memiliki motivasi kuat dan mendapat dukungan penuh dari anggota keluarga. Metode ini didasarkan pada penggunaan alarm yang ditempelkan di dekat alat kelamin. Bila anak mulai ngompol, alarm akan bergetar atau berbunyi. Kondisi ini menyebabkan anak terbangun dan menghambat pengeluaran air kencing yang telah sedikit keluar. Orang tua dapat membantu anak untuk melanjutkan buang air kecil di toilet. Hasil yang diperoleh sebaiknya juga dicatat dalam catatan harian dan akan lebih baik bila dikombinasikan dengan reward system. Perubahan positif dari metode alarm biasanya mulai terjadi setelah alat digunakan selama 2 minggu atau beberapa bulan.

Bladder training exersice biasanya dilakukan pada anak dengan kapasitas kandung kencing yang kecil. Anak diminta untuk menahan keluarnya air kencing selama beberapa waktu.

Hypnotherapy, diet therapy dan psychotherapy belum banyak dilakukan pada anak-anak dengan enuresis primer. Terapi diet sebenarnya bisa juga dijadikan pilihan pada beberapa pasien. Karena, makanan yang mengandung kafein, cokelat, serta soda diduga mempunyai pengaruh terhadap terjadinya episode enuresis.

Penanganan anak yang mengalami enuresis memang tidak mudah. Tapi setidaknya kasih sayang, kesabaran serta pengertian orang tua untuk tidak memarahi atau menghukum ketika anak ngompol akan membantu membangun kepercayaan diri anak.

Pengaruh buruk secara psikologis dan sosial yang menetap akibat ngompol, akan mempengaruhi kualitas hidup anak sebagai seorang manusia dewasa kelak. Karena itu sudah selayaknya bila masalah ini tidak dibiarkan berkepanjangan.(Agnes Tri Harjaningrum, dr.)***

  READ MORE >>   Tulisan di Koran.


24 Comments on “Sudah Besar Koq Masih Ngompol!”

  1. kalo tiap tidur diajak bangun, suruh pipis

  2. apa dalam dunia kedokteran ada juga pengobatan hipnotis untuk mengurangi berat badan?klo disurabaya, alamat lengkapnya dmn ya?terima kasih banyak.

  3. Wah, saya malah baru denger mbak ttg hipnotis itu :-) Saran saya sih kita musti kritis dan hati2 bgt sama yg belum terbukti. Soalnya banyak pseudoscience yg beredar dan tujuannya biasanya balik lg ke dagang. So, teliti sebelum membeli bener2 kepake nih disini mbak :-)

    Maaf ya kalo nggak ngebantu…:-)

  4. June 30th, 2005 at 6:28 am
    Waskita Adi says:

    Aku setuju dengan pendapat Bp. Bambang. Dengan pendekatan psikologi, ada dikenal namanya toilet training. Salah satu kegunaan toilet training ini juga untuk menghentikan kebiasaan ngompol.
    Cara yg aku pakai untuk menhentikan kebiasaan ngompol anakku cukup sederhana, hanya perlu sedikit pengorbanan dari orang tua. Cukup dengan memperhatikan tanda2 perilaku anak ketika akan mengompol, kemudian membiasakan membangunkan anak ketika tanda2 itu muncul. Pengalamanku, cara itu cukup berhasil, walaupun “terpaksa” bangun setiap sekitar jam 3 pagi untuk membangunkan anak, dan setelah anak terbiasa, malahan aku yg dibangunkan anak untuk ngantar dia ke toilet. Anakku sudah berhenti ngompol sebelum usia 3 tahun.
    Tapi yg terpenting ingat pesan nenek, biasakan pipis sebelum bobo’ ;p

  5. Kalo untuk yang nggak ada kelainan, cara itu memang ampuh bgt pak. Tapi kalo untuk yg kena enuresis primer, ya susah bgt, krn kan memang ada ‘penyakit’ tea yg penyebabnya jg blum diketahui secara pasti oleh para ahli. So, buat mereka2 ini, udah setengah mati dibiasain dgn pipis sebelum bobo pun tetep aja tak berefek. Krn itulah buat ortu2 yg ngalami ini, lumayan njelimet dan bikin mumet :-)

  6. July 1st, 2005 at 6:10 am
    Waskita Adi says:

    Iya juga seh… Kalo namanya kelainan emang butuh treatment khusus… Salah satu adeknya ibuku juga ngalamin hal seperti itu, tapi akibat kecelakaan sewaktu naek motor. Sampe skrg dia gak bisa nahan pipisnya.

  7. March 3rd, 2008 at 6:58 am
    Anonymous says:

    lalu gimana dg orang dewasa (moreless 20 thn, laki – laki) yg mengalami ini? nggak sering sih, sesekali aja, kemungkinan krn apa ya? beban pikiran mungkin gak? ato sejenis ketakutan psikologis tertentu?

  8. March 12th, 2008 at 8:59 am
    Agnes Tri Harjaningrum says:

    mm klo org dewasa, berarti ada something wrong ya, klo kejadiannya dari kecil ga berhenti sampe dewasa, berarti mungkin ada masalah fisik, klo baru aja, kemungkinan psikologis, monggo dikonsul aja ke urolog ya :-)

  9. Mbak, anakku 3 tahun pada saat dia bangun dia masih suka pipis dicelana, padahal sebelumnya aku dah tanya ke anakku apakah ingin pipis atau nggak. Dijawab nggak, ehh… 3 menit kemudian dia pipis dicelana, gimana ya mbak ngatasinnya

  10. April 19th, 2008 at 11:47 pm
    Agnes Tri Harjaningrum says:

    Klo umur 3 thn masih masa-masa toilet training ya mba, jd tinggal masalah komunikasi dan latihan aja menurutku. Klo gitu ga usah ditanya aja mba, langsung suruh pipis, klo udah dibiasain dibawa ke kamar mandi biasanay nanti pipis sendiri. Sampe anak umur 4-5 thn klo sekali2 masih suka ngompol masih wajar ko.

    smoga membantu
    agnes

  11. Mbak, anakku yg ke-1 sudah hampir 9th tapi masih sering ngompol. Aku udah coba berbagai cara, mulai selalu pipis sebelum tidur, membangunkannnya tengah malam. Sampai aku hukum ta’suruh cuci pakaiannya yg kena ompol. Tapi ga’ mempan juga. Kalau aku lalai dikit… pasti deh !! Sampai sekarang setidaknya seminggu 2x masih suka ngompol. Cape deh!! Padahal adiknya yang baru 16bln aja udah jarang ngompol kalau malam.
    Apa mesti aku periksakan ke dr?? Tks.

  12. umur aku 18 tahun, percaya atau tidak sampai sekarang aku masih sering ngompol.
    aku sudah coba untuk tidak minum kalau malam, bangun tengah malam, pasang weker tp tetap saja nggak mempan.
    rasanya kalau sudah tidur aku gak sadar apa2 lagi.
    tiap pagi pasti selalu dimarahin sama mama.
    malahan kadang2 mama sudah capek marahin aku.
    aku harus gimana dong.
    pliss bantuin aku.

  13. kirim ke email aku ya.
    makasih banget.

  14. Mbak agnes dan teman semua,

    Anakku juga mengalami hal yang sama. Dimana bisa beli alat dengan alarm tsb? (behaviour therapy)

  15. mbak Agnes, sy punya ponakan dan sampai sekarang 13 tahun masih ngompol. Yang merepotkan dia kan sekolahnya tipe boarding school, shg teman2 sekamar nya akan tahu jk dia ngompol.
    Anaknya tinggi besar sehat, tegap, juara karate, siswa terbaik di sekolahnya. Dan juga pintar dalam bergaul, tetapi..ya itu dia bisa mendadak menelpon ortu nya sambil menangis dg nada tertekan, jk bangun tidur ia dapati dirinya sudah ngompol. Kasian banget deh. Tolong gimana yah? kata dokter dia sehat, tp secara psikis harus ada yg dilihat

  16. Mbak q punya sepupu yang tidurnya 1 kamar ma aq, sebut aja namanya Nn Y, saat ini umurnya udah 22 th n dia punya masalah dengan kebiasaan mengompol. padahal saat ini dia udah bertunangan & rencana nikah dah deket, selama ini sih q g masalah dengan keluhannya itu soalnya meski 1 kamar tempat tidurnya beda, q kasian ma dia mbak…
    sekalian mohon informasi tentang alarm ngompol tadi kalo bisa diulas lebih lengkap lagi soalnya menurutku itu adalah cara tepat buat masalah sepupuku itu…
    terimakasih…

  17. Saya juga punya anak perempuan 10tahun masih ngompol, rasanya pusing dah coba macam2 cara, dah periksa ke urolog tapi gak bisa ngasih hasil apa2 dia bilang ke psikolog saja, saya kasian sekali karena anakku jadi ga pd n psikososialnya terganggu, apa karena saya kurang konsisten ya?

  18. Knpa ya,saya udh gde,umr 20th, tiba2 1 bln blakangn ini saya udh ngompol 2x..
    Apa karna saya lg doyan makan? pa gmn?
    di dlm mimpi pun saya d beri tau,bahwa saya pengen pipis. Tp itu seakan2 hanya mimpi bysa.. Tiba2 saja,bangun tidur udh basah.. Knp ya..? Saya takut hal itu akan berkelanjutan. Mohon solusinya..
    Trimakasih sblmnya..
    Mohon d krim lewat email ya mba,^^’

  19. aku udah 18 tahun tpi msh aja suka ngompol, aku jg sering kena marah mama sama papa.
    malah aku jg gak PD dekat pacar aku.
    klo di ajak temen nginep d rumah, aku takut nanti ngompol lg.
    aku malu, mbak.
    tolong bantu aku ya gimana cara nya ngilangin ngompol.
    kirim, ke e-mail aku aja ya mbak.
    makasih.

  20. Mbak, masalah sya sm halnya dgn mbak yg umurnya 18 tahun diatas. Hanya sja umur sya msh 15 tahun. Dan hal ini terjadi hanya 2 atau 3 bln sekali. Tpi, tetaplah sulit sekali diterima. Mb, tlg sekali. Sy minta bantuannya. Krmkan ke alamat e-mail sya ya mb. Sbelumnya trimksh banyak.

  21. mohon petunjuknya anak usia perempuan usia 11 tahun masih sering ngompol disaat tidur

  22. aya juga punya anak perempuan 11tahun masih ngompol, rasanya pusing dah coba macam2 cara, tapi gak bisa ngasih hasil apa2 saya kasian sekali Mohon Ptetunjuknya kalu nda kebratan kirimkan lewat mail ini

  23. masalahnya sama dengan yg dialami mba tati ….thanks sebelumnya ,minta petunjuknya mba via email.

  24. Dear mbak…
    aku juga punya masalah yang sama neh ma mbak2 yang diatas…
    sahabatku…umur 25 tahun gitu…masih suka ngompol…ga tiap hari seh…2 or 3 bulan sekali gitu…tapi khan lumayan menganngu juga…dia ampe stress gitu…
    gimana cara nyembuhinnya mbak…kasian banget temen ku ini..
    ditunggu jawabannya via imel ya…
    makasiiih