Archives for “Lala dan Malik”

Lala dan Malik bicara ‘vrijen’ (hubungan suami istri)

Filed under Diary Parenting, Lala dan Malik

Kapan hari sepulang sekolah, Malik, 8 tahun, tiba-tiba nggremeng sendiri sambil nyanyi-nyanyi, ngomong gini,”Ik heb seks met Liane, Ik heb seks met Liane.” What?! Langsung dong telinga ku berdiri dengernya. Waduh, anak gw mulai ngomong-ngomong soal ginian, pasti dari temen-temennya nih, mulai panik dong diriku, kuatir temen-temennya udah meracuni dia yang enggak-enggak. Aku yang ada di lantai dua sampe turun tangga dan mencoba mendengarkan lagi baik-baik takut aku salah denger. Tapi enggak tuh, Malik bener-bener ngomong gitu, dan aku tahu banget, Liane itu satu-satunya temen perempuan sekelas Aik yang dianggap temen sama Aik. Temen perempuan lainnya kata Aik bukan temen, bener-bener cuma Liane seorang. Jadi menurut Aik, temen Aik itu adalah temen laki-laki yang deket sama Aik (ada 10 orang) plus Liane, padahal ada 30 orang anak di kelas Aik.

Selengkapnya…


Komunikasi Dokter Gigi yang Oke

Filed under Diary Kesehatan, Diary Parenting, Lala dan Malik

Pulang sekolah Malik ke dokter gigi. Aik udah bete di sekolah, bunda dateng pertanyaannya langsung gini,”Aik ga mau dicabut gigi!” katanya sambil merengut. “Ga dicabut koq Ik, kan kata dokternya cuma ditambal.”

Sepanjang jalan Aik bete, pas nunggu di ruang tunggu juga masih bete dan ketakutan kalo dicabut. Pas giliran masuk, Aik nangis. Dokternya langsung bilang,”Kenapa kamu nangis?”

Selengkapnya…


Behavior Change

Filed under Diary Parenting, Diary Spiritual, English Corner, Lala dan Malik

“If you have set a rule, discussed it with your children and they have agreed, no more discussion!” Said Marlyn, the psychologist of Malik. “When they broke the rule, don’t argue a lot because children in your children’s age need your authority. I don’t say that there is no room for discussions, of course they also need discussions, but not for the rule that you have made. The story will be different if we talk about adolescent, we have to be more flexible, but again, in your children’s age they need disciplines,” Marlyn continued.

That was one of our conversation’s topic in our second meeting last Friday, when my husband and I came to the psychologist. Why we had to go to the psychologist, then? The story began when we met Malik’s teacher in November 2009, and he wondered whether my son like to go to school or not. He said that my son was easy to get angry, cranky, often looked sad at school and preferred to be alone. I was surprised to hear that because I also had the same problems at home, and it has been happening since 1,5 years ago. I noticed that indeed my son has changed his behaviors and it made me sad because lately, I argued a lot with him and I was often loose my patient. Before that, he was a sweet, cute,  an easy going child and I had never got a a ‘bad story’ from his teacher as well. Every body liked him and I seldom had any problems with him.

Selengkapnya…


Tanya Jawab tentang Tubuh Manusia

Filed under Diary Parenting, Lala dan Malik

Hari sabtu kemarin kami pergi ke corpus museum, alias museum tubuh manusia di Leiden, buat aku sih seru banget, dejavu inget pelajaran anatomi dan fisiologi, berikut tersentuh dan terharu mengingat kebesaran Allah. Menurutku museum itu bagus banget meskipun ya memang cukup mahal seh dibanding museum lukisan, dan misinya cukup berhasil karena pulang dari sana aku dan anak-anakku jadi semakin ingin untuk hidup sehat. Aku pengen banget bikin tulisan tentang tur itu dan niatnya aku akan kirim ke salah satu majalah, kalo ga dimuat baru lah aku publish di blog sendiri, mudah-mudahan beneran terealisasi.

Selama tour yang 1 jam dimana kami kaya dibawa bener-bener masuk ke tubuh manusia, anak-anak anteng dengerin dan penasaran ingin tahu apalagi, apalagi selanjutnya. Pas ke bagian interactive yang ada 5 bagian, mereka yang dicari ya bagian interaktive nya, bagian tulisan-tulisan di dinding selintas-selintas aja di bacanya meski sudah ditulis dan diberi gambar menarik. Terus biasalah anak-anak pengen majuuu terus liat yang lain, aku jadi ketinggalan terus di belakang.

Selengkapnya…


Malik dan Lego

Filed under Diary Parenting, Lala dan Malik

Kalau ditanya apa kesukaan Malik, jawabannya tentu saja, Lego! Memang sih Malik juga suka sama komik doraemon, tapi tetap tidak mengalahkan Lego. Malah ketika bunda iming-imingin Aik beli PS, Aik bilang gini,”Nee, Aik mau beli Lego aja Bun yang besar dan mahal itu.” Kenapa Ik? Nanti kalo Aik ga punya PS, Aik malah main terus di rumah temen Aik,” Bunda penasaran. “Itu saai Bun, Aik bosen.” Duilee gaya bener deh.

Tapi Malik memang betul-betul tergila-gila sama lego. Waktu masih balita, mula-mula Malik suka tokoh Bob the Builder. Makin besar umurnya terus ganti Cars. Tapi mainan yang dibeli ya lego Bob the Builder untuk anak balita yang besar-besar itu. Aik pernah punya cars, mobil yang jejer-jejer dalam truk, tapi juga ga terlalu suka. Terus Aik juga sempet koleksi playmobil Dinosaurus sampe komplit, karena pas ulang tahun atau dapat uang dari hasil jadi still stand, uang Aik selalu dibeliin play mobil Dino. Tapi setelah komplit, Aik berganti haluan, jatuh cinta sama lego powerminers. Wah semua jenis powerminersnya Aik punya, hanya beberapa aja yang belum. Kemaren waktu mbak Lala ke Norway, Aik kasih ijin, tapi sebagai imbalannya, Aik dibeliin lego power miners yang harganya cukup mahal. Hadiah ulang tahun Aik ke delapan dari hasil bongkar celengannya juga hampir semua dibeliin lego power miners dan lego-lego yang lain.

Selengkapnya…


Lala dan Buku

Filed under Diary Parenting, Lala dan Malik

Sejak bulan Desember 2009, mbak Lala mulai pakai kacamata karena minus matanya tiba-tiba langsung 2,5 dan 1! Wadaw! Bunda kaget dong. Koq bisa langsung gede begitu. Tapi akhirnya maklum, ya ga heran lah, lha wong mbak Lala hobinya baca, baca, dan bacaaaa aja. Sejak kecil dan sejak umur 7 tahun, mbak Lala sudah melahap habis buku-buku cerita tebal yang Bunda aja kalo ngeliat mblenger hehe. Soalnya bahasa Belanda dan tebel gitu loh. Buku favorit mbak Lala adalah Geronimo Stilton. Dari sejak di Groningen, kalau mbak Lala ulang tahun, buku seri-seri Geronimo Stilton ga pernah ketinggalan jadi hadiah. Mbak Lala juga hobi ke perpustakaan dan pinjem buku-buku dari perpustakaan. Buku yang dipinjem mbak Lala kebanyakan cerita hantu. Ada serial yang khusus untuk anak seumur mbak Lala judulnya ‘Het Geheim van…” mbak Lala juga suka banget tuh.

Selengkapnya…


Cabut Gigi M3

Filed under Diary Kesehatan, Lala dan Malik

Kartu bunda sakit gigi

Kartu bunda sakit gigi

Seminggu lalu aku ke dokter gigi. Niatnya sih cuma mau lapor-lapor dulu karena di daerah gigi M3 (molar tiga) aku yang kiri sering bengkak gusinya. Saat itu gusiku juga masih agak-agak bengkak dikit. Sampe ruangan periksa, dokter langsung rontgen area gigiku kanan kiri. Habis itu eeh ndilalah lah koq dokternya bilang langsung suruh cabut saat itu juga. Haduuuh mati aku rek! Nggak ada persiapan fisik dan emosional blas! Aku kalo suruh ‘ngobok-ngobok’ sih mau, tapi giliran di obok-obok, walaah keringet dingin dan mules deh langsung.

Selengkapnya…


“Bunda, Aik mau ngambil satuuuu aja mainan,” kata Aik merayu. Biasa deh Aik kalo lagi makan pasti nggak bisa diem, maunya bawa mainan, atau pergi kesana kemari. “Oke, afspraak (kesepakatan) ya hanya satu,” jawabku. Aku mulai kesel liat Aik yang nggak pernah bisa duduk manis kalo makan. Dan Aik langsung ngacir. Tunggu punya tunggu, lama bener Aik ngambil mainan di tempat lego. Malah kedengaran suara keletak keletuk, Aik lagi pasang-pasang lego. Eeh malah maen dia, padahal jam udah hampir 8.30 pagi, dah bener-bener hampir terlambat. Mulailah sabarku nguap. “Aik, nanti terlambat ke sekolah, ayo duduk, habisin makannya!” kataku sambil berusaha banget nahan bete.Dah lumayan tuh nggak pake teriak keras-keras, cuma emang judes sih dan pake gaya merintah tentu aja.

Selengkapnya…


“Allah itu dibikin dari apa Bun?” tanya Malik polos. Jujur, saat itu saya bingung menjawab pertanyaannya. Semalam saya tak bisa tidur. Iseng-iseng, saya membuka kembali catatan harian tentang perkembangan spiritual anak-anak saya. Saya jadi teringat, tiga bulan lalu, Malik, putra saya yang berusia 4,5 tahun, memang sedang gandrung dengan pertanyaan seputar Allah. Karena bingung, saya balik bertanya,”Menurut Aik, Allah dibikin dari apa?” Tanpa ragu, ia seketika menjawab,”Dari angin Bun.”

Wow dari angin? Saya kaget dengan jawabannya. Tapi saya dan suami meyakini bahwa anak-anak adalah makhluk spiritual. Kami sepakat untuk berusaha memberikan kebebasan berpikir dan membuat mereka tak terkekang dogma. Kami yakin imajinasinya tak perlu dihambat, hanya perlu diarahkan hingga akhirnya ia bisa menemukan sendiri jawabannya. Jadi, jawaban Malik saat itu saya biarkan saja. Saya hanya balas bertanya,”Kenapa Allah terbuat dari angin Ik?” “Karena Angin nggak keliatan Bun, Allah juga nggak keliatan,” balas Malik. Hmm…alasannya memang logis, pikir saya. Tapi karena saya sedang repot, diskusi kami saat itu terhenti. Saya katakan padanya untuk bertanya lain hari pada ayahnya.

Selengkapnya…


Mau Pipisin Bunda

Filed under Diary Parenting, Lala dan Malik

Gambar bikinan Malik

Gambar bikinan Malik

Gambar Aik sedang nangis karena berbuat salah kepada Bunda. Aik sayang bunda. Bunda sayang Aik.

“Aik mau pipisin Bunda!” kata Aik sambil betul-betul mengeluarkan kemaluannya di depanku. Aku terhenyak. “Aik!” Sentakku. Ya Allah, kenapa anakku sangat tidak sopan begini. Apakah aku telah gagal menjadi seorang ibu yang baik? Sesak merayapi dadaku. Dan api mulai menyala di hatiku. Mendadak kisah Malin kundang pun berkelebat dalam kepalaku. Panas api itu semakin membakar rasanya. Kucoba untuk menahan diri. Tak kukeluarkan sepatah kata pun. Aku tak ingin menodai keberhasilanku. Aku sudah cukup sukses menghadapi Lala. Setelah kesadaran baru dari mbak Neno, seingatku aku tak pernah lagi memarahi Lala. Haruskah kini aku mendapatkan ‘mangsa’ baru?

Selengkapnya…


Diploma Gips Lala

Filed under Lala dan Malik, Tentang Belanda