Tuhan,
Aku sedang marah
Tuhan,
Aku sedang gundah
Tuhan,
Aku sedang sedih
Tuhan,
Air mataku sedang mengalir
Deras sekali
Seperti sumber mata air
Tuhan,
Aku sedang berada di titik terendah
Jalan ini memang tak mudah
Kadang aku merasa lelah
Bahkan, mungkin kini aku sedang sangat lelah
Ya, aku meniti titik terendah
Bahkan, mungkin lebih bawah dari titik terendah
Ketika rindu menyergap
Ketika sepi menyelinap
Ketika aku butuh tempat curhat
Ketika aku sangat perlu berucap
Tuk mencabut duri-duri yang menancap
Tapi,
Tak seorang pun kulihat
Tak sebersit suara pun menyelinap
Rasanya sakit, sakit sekali
Seperti dicengkeram, ribuan jemari
Hanya rintik hujan
Hanya desau angin
Dari balik jendela kamar mungil
Aku rindu tawa anak-anakku
Aku rindu obrolan hangat belahan jiwaku
Tapi
Anak-anak makhluk yang adaptasinya sangat cepat
Dan kaum lelaki kadang seperti robot yang cuma pake otak
Kawan, aku tak sedang mencari kambing hitam
Meski kadang itu yang sering aku lakukan
Aku hanya sedang butuh seseorang
Tuk membantuku mencabut duri ini satu- satu
Tapi
Aku tahu, tak selamanya kita bisa punya seseorang
Kesendirian kadang diperlukan
Agar kita sadar bahwa kita memang sendirian
Ah kawan,
Ini hanya bualan seorang perempuan kesepian
Yang berdalih bahwa sendiri kadang diperlukan
Hmm..tapi, bukankah kita memang tak perlu berdalih ?
Karena sejatinya, kesendirian memang sebuah keniscayaan
Karena nyatanya, kesendirian memang fakta, tanpa perlu alasan apa-apa
Sepi
Sunyi
Sendiri
Pasti akan terjadi
Tak terhindari
Suatu saat nanti
Ketika kita menghadap Ilahiā¦
Tuhan,
Apakah itu yang hendak Kau ajarkan?